Teknologi Digital Bantu Penguatan Demokrasi di Indonesia

- Editor

Jumat, 8 Juli 2022 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Demokrasi Digital dan Partisipasi Politik di Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (7/7).

Acara diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Demokrasi Digital dan Partisipasi Politik di Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (7/7).

JAKARTA, Mediakarya – Penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi dibutuhkan dalam penguatan demokrasi termasuk pada penyelenggaraan Pemilu. Teknologi digital dianggap menjadi kebutuhan dan solusi atas kompleksitas serta kesulitan dalam manajemen pemilu.

Demikian mengemuka dalam acara diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Demokrasi Digital dan Partisipasi Politik di Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (7/7). Diskusi yang diselenggarakan Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia yang bekerjasama dengan Bakti Kominfo itu menghadirkan Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, Aktivis Muda NU, Romzi Ahmad dan Co-Founder Total Politik, Arie Putra sebagai narasumber.

Arie Putra dalam pemaparannya mengungkapkan saat ini pertumbuhan digitalisasi yang meningkat secara akses, kualitas dan kuantitas telah mengubah perilaku seseorang dalam berdemokrasi.

Media sosial, kata Arie Putra, hampir digunakan oleh masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai usia dan kalangan sebagai salah satu sarana untuk memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik

“Dunia internet yang semakin besar menjadi sumber daya yang tanpa disadari telah mengubah perilaku seseorang dalam berdemokrasi,” tegasnya.

Sama halnya dengan Arie Putra, Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini juga menyoroti bagaimana legitimasi publik merupakan syarat utama dalam demokrasi. Seperti halnya penyelenggaraan Pemilu, penggunaan teknologi berbasis digital bisa dimanfaatkan untuk mendukung kemurnian demokrasi dalam penyelenggaraan Pemilu.

“Kepercayaan dan legitimasi publik adalah hal yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pemilu adalah dalam rangka memastikan pemilu berjalan dengan aman, efisien, dan yang paling penting menjadi kemurnian suara pemilu,” kata Titi Anggaraini.

Baca Juga:  Fadli Zon Pimpin Terbentuknya Komisi Palestina dalam Sidang APA

Meski begitu, ia mengungkapkan karakteristik pemilihan umum di Tanah Air merupakan yang paling kompleks dan rumit di dunia, apalagi pelaksanaan pemilu dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun yang sama.

“Bahkan, the biggest one-day election in the world (pemilihan satu hari terbesar di dunia),” ujarnya.

Hal itu terkait dengan rencana penyelenggaraan Pemilu Presiden/Wakil Presiden RI, Pemilu Anggota DPR RI, Pemilu Anggota DPD RI, dan pemilu anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota serta pemilihan kepala daerah di 34 provinsi dan di 514 kabupaten/kota pada tahun 2024.

Karakteristik lainnya, lanjut Titi, Indonesia menyelenggarakan pemilu dengan rekapitulasi suara paling lama di dunia. Begitu pula terkait dengan database, bangsa ini memiliki data pemilih tersentralisasi terbesar di dunia.

Sementara itu, dalam paparannya yang berbicara tentang anak muda, internet dan keterlibatan politik, Aktivis Muda NU, Romzi Ahmad mengatakan di era banjir informasi saat ini harus diimbangi dengan tradisi komparasi, verifikasi, dan validasi. Serta yang tak kalah penting adalah memperhatikan hal-hal detail.

Ada dua tipikal anak muda hari ini dalam memanfaatkan internet sebagai media memperoleh pengetahuan. Pertama, ada yang bisa memaksimalkan mesin pencari dengan baik atau termasuk orang-orang yang memiliki literasi digital cukup tinggi.

“Kedua, ada pula yang dia mendapatkan pengetahuan dengan hanya memasrahkan diri pada algoritma media sosial yang sudah terbentuk sesuai kebiasaannya,” jelasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri
Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan
Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah
Prabowo Tancap Gas Percepat Pendidikan Gratis Dari Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi
RUU Pemilu Berpotensi Hanguskan Jutaan Suara Pemerintah Ancang Ancang Skema Penyelamatan
Prabowo Teken Perpres Tata Kelola Kopdes Merah Putih, Operasionalnya Belum Jelas
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:10 WIB

Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan

Kamis, 24 September 2026 - 15:31 WIB

Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah

Kamis, 24 September 2026 - 10:30 WIB

Prabowo Tancap Gas Percepat Pendidikan Gratis Dari Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi

Kamis, 24 September 2026 - 10:18 WIB

RUU Pemilu Berpotensi Hanguskan Jutaan Suara Pemerintah Ancang Ancang Skema Penyelamatan

Berita Terbaru