Tiga Gelombang Krisis Ini Porakporandakan Perekonomian Indonesia

- Editor

Rabu, 10 September 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kemiskinan masyarakat di Jakarta. (Ist)

Potret kemiskinan masyarakat di Jakarta. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Program Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Eisha M Rachbini menyebut Indonesia sudah melalui 3 krisis sejak 1997. Akibatnya, krisis tersebut memberikan dampak pada perekonomian.

“Setelah itu, setelah 2007 dan 2008 kita cukup ajail sudah belajar dari krisis sebelumnya dengan pertumbuhan 5,4% pertahun,” ungkap Eisha M Rachbini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/9/2025).

Selanjutya, saat pandemi covid-19 menjadi tantangan terbesar. “Sebenarnya saat ini belum pulih dari efek pandemi kemarin meskipun pertumbuhannya terjadi di atas lima persen,” ungkapnya.

Sementra itu, upah rill tumbuh dengan stagnan penerimaan yang diterima oleh masyarakat/pekerja tidak naik, sehingga menjadi pertanyaan apa sebabnya.

“Karena industrialisasi sektor manufaktur menjadi penopang di negara maju lain,” katanya.

Di sisi lain, sektor manufaktur ini turun, terjadi dan beralih struktur ke sektor jasa. “Tetapi ketika terlalu dini belum matang, perubahan tenaga kerja ke sektor jasa ditangkap banyak dari mereka yang bekerja di sektor informal,” paparnya.

Hal itu didukung dengan data ketenagakerjaan di mana angka pengangguran menurun bahkan dari 25 tahun terakhir.  ‘Ini merupakan angka terrendah. Tetapi mengapa angka-angka ini tidak mencerminkan yang sebenarnya,” jelasnya.

Share pekerja informal pada februari 2025 ada di angka 59,4% atau 86,58 juta orang yang meningkat dari Februari 2020 yaitu 56,6%.

Baca Juga:  Menpan RB Dorong Keterbukaan Informasi Publik di Instansi Pemerintah

“Sementara, kelas menengah menurun ada 10jt kelas menengah itu menurun dan kelas menuju kelas menengah naik. Dimana trend ini mempengaruhi mengenai daya beli kita,” ungkap Eisha.

Di lain pihak, alokasi RAPBN 2026 program prioritas membutuhkan anggaran yang sangat besar berimplikasi pada ruang fiskal.

“Sementara, pemerintah menginginkan adanya peningkatan penerimaan pajak, rasanya ini tidak memungkinkan dan target yang tidak mudah dimana penurunan penerimaan negara dan pajak pada outlook 2025 jika dibandingkan dengan APBN 2025,” paparnya.

Di tengah penurunan trend ini menjadi PR bagi Menteri yang baru. Dari reshuffle kabinet merupakan respons pemerintah atau presiden dalam jangka pendek.

“Dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam kabinet tersebut dan dievaluasi dengan posisi-posisi yang baru, kedepan yang perlu dilihat menteri baru ini diharapkan pengelolaan anggrannya harus dilihat dan dievaluasi lagi kebijakan fiskal ini dapat memberikan stimulus dan melihal visibilitas dari program prioritas karena mengambil banyak,” harapnya.

“Daripada mengejar kuantitas baiknya mengejar kualitas,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Eisha, resiko untuk mengeluarkan anggaran belanja-belanja pemerintah perlu melihat rasio pajak dan juga mengurangi beban utang dengan mendorong prioritas.  (Hb)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB