TNI AU Prioritaskan Angkut Beberapa Perangkat Super Tucano

- Editor

Selasa, 21 November 2023 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya– Tim investigasi jatuhnya dua pesawat tempur EMB-314 Super Tucano dari TNI Angkatan Udara memprioritaskan beberapa perangkat pesawat untuk diangkut dari lokasi kejadian, yaitu kanon pesawat, engine throttle, kursi lontar, dan propeller.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menjelaskan badan dua pesawat itu tidak dapat diangkut seluruhnya dalam satu kali waktu, karena cuaca tidak bersahabat dan lokasi jatuh yang medan-nya cukup ekstrem sehingga beberapa perangkat diprioritaskan untuk diangkut lebih dulu.

“Pesawat akan dipotong-potong beberapa bagian agar mudah diangkut melalui jalan darat,” kata Kadispenau menjelaskan evakuasi puing-puing pesawat dalam siaran resmi Dinas Penerangan TNI AU yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam siaran yang sama, Kadispenau menyampaikan tim investigasi berhasil mengamankan dua perangkat yang berfungsi merekam data-data teknis pesawat, serta situasi dalam kokpit dan sekitar pesawat saat terbang di ketinggian. Dua perangkat itu ialah voice and data recorder (DAVR) dan network-centric data cartridge (NCDC).

DAVR, Kadispenau menjelaskan, merupakan perangkat yang menyimpan rekaman video, suara, data performa pesawat, dan performa mesin pesawat, sementara NCDC merupakan perangkat yang menyimpan data rekaman suara, video, dan tampilan navigasi penerbangan.

Walaupun demikian, data yang tersimpan dalam DAVR tidak dapat langsung dibaca oleh tim investigasi dari Pusat Kelaikan dan Keselamatan Terbang Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau), karena tidak ada perangkat membacanya. Alhasil, perangkat itu dikirim ke pabrik pesawat di luar negeri sehingga tim investigasi dapat meminjam alat pembacanya dan mengakses data-data pesawat yang terekam perangkat tersebut.

Baca Juga:  Jelang Akhir Jabatan Gubernur DKI, Demokrat Pertanyakan Janji Kampanye Anies

Melansir dari antara, pesawat tempur EMB-314 Super Tucano TNI AU, yang saat ini memperkuat Skadron Udara 21 Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, dibuat oleh Embraer Brazil. Pesawat itu termasuk dalam pesawat latih lanjut berkemampuan COIN (counter-insurgency) atau pesawat anti-perang gerilya.

Dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU jatuh di lereng Gunung Bromo, kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Semeru, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11), saat mereka menjalani sesi profisiensi latihan formasi bersama dua pesawat tempur Super Tucano lainnya.

Lokasi jatuhnya dua pesawat tempur TNI AU itu berada di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Semeru, yang medan-nya terjal serta berbukit. Tim investigasi dari Pusat Kelaikan dan Keselamatan Terbang Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau) bersama Skadron Teknik (Skatek) Lanud Abdulrachman Saleh berhasil tiba lokasi pada Jumat (17/11).

Insiden jatuhnya dua pesawat itu, yang masing-masing bernomor registrasi TT-3111 dan TT-3103, menyebabkan empat awak-nya gugur. Para prajurit yang gugur itu, yaitu Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Subhan, Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Widiono Hadiwijaya, Kolonel Penerbang (Anumerta) Sandhra Gunawan, dan Letkol Pnb (Anumerta) Yuda A. Seta. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB