JAKARTA, Mediakarya — PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia bersama LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra retail modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia menggelar program UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands, Selasa (13/1), di Gedung Politeknik Tempo, Jakarta Barat.
Program ini merupakan pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM binaan JakPreneur agar lebih siap menembus ekosistem retail modern secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
UMKM Level-Up menjadi bagian dari Sustainability Journey Tokio Marine Life yang berlandaskan empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui kolaborasi lintas sektor, inisiatif ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis UMKM, meningkatkan kualitas produk, serta membuka akses pasar modern secara nyata.
Pada pilar pendidikan, Tokio Marine Life bersama LAZISMU sebelumnya telah menyalurkan tahap pertama Beasiswa Sang Surya kepada mahasiswa Politeknik Tempo pada tahun lalu. Program beasiswa tersebut akan dilanjutkan pada tahun ini melalui penyaluran tahap kedua sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan talenta muda.
Sementara itu, pilar pemberdayaan ekonomi diwujudkan melalui rangkaian kegiatan talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, hingga sesi kurasi langsung oleh mitra retail modern. Melalui rangkaian ini, UMKM tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga kesempatan berdialog langsung dengan pihak retail sebagai gerbang menuju pasar modern.
Fokus pembinaan diarahkan kepada UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat, sejalan dengan kolaborasi berkelanjutan antara Politeknik Tempo, PPKUKM DKI Jakarta, dan JakPreneur. Selama ini, Jakarta Barat dinilai memiliki ekosistem pembinaan UMKM yang relatif siap untuk diperkuat ke tahap berikutnya.
Sebanyak 53 pelaku UMKM mengikuti sesi kurasi sebagai peserta terpilih dari total 80 usulan UMKM yang berasal dari delapan kecamatan di Jakarta Barat. Seluruh peserta merupakan anggota Jakarta Entrepreneur binaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat yang telah melalui proses seleksi dan menunjukkan konsistensi dalam pembinaan berkelanjutan.
SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan proses yang harus dijalankan secara konsisten.
“Melalui Sustainability Journey, kami membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa tahap pertama, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk mendukung pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor ini turut disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah serta Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, yang menilai program ini sebagai upaya konkret membuka peluang UMKM untuk naik kelas.
Sesi talkshow menghadirkan Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat bersama perwakilan retail modern dan pelaku UMKM. Diskusi membahas kesiapan UMKM memasuki retail modern, pemenuhan standar produk, hingga tantangan dalam proses pengembangan skala usaha.
Dari sisi retail, perwakilan AEON Indonesia menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi, sementara perwakilan Lotte Mart Indonesia menyoroti pemahaman standar retail sebagai kunci kemitraan jangka panjang. Pengalaman pelaku usaha turut dibagikan oleh pendiri GNB Drinks yang menceritakan proses pengembangan bisnis hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pada sesi Financial Level-Up Masterclass, pembahasan difokuskan pada pengelolaan keuangan UMKM, pengaturan arus kas, serta pemahaman risiko usaha.
“Risiko seperti pemilik usaha sakit, produksi terhenti, atau gangguan operasional sering kali belum diperhitungkan UMKM. Melalui sesi ini, kami ingin membantu pelaku usaha lebih siap menghadapi risiko agar bisnis tetap berkelanjutan,” ujar salah satu pemateri.
Workshop persiapan kurasi kemudian memberikan pendampingan langsung kepada UMKM dalam mempersiapkan presentasi dan kesiapan produk sebelum dinilai oleh pihak retail modern. Melalui sesi kurasi ini, UMKM memperoleh evaluasi langsung sebagai langkah awal menuju penetrasi pasar retail modern.
Program UMKM Level-Up diharapkan dapat terus mendorong UMKM Indonesia menjadi lebih siap, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (hab)

