Mulai Besok Pedagang Daging Mogok Jualan, PPSDS: Bukti Kementan Gagal Atasi Tata Kelola Daging

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif.

SURABAYA, Mediakarya – Rencana mogok para pedagang daging di Jabodetabek pada Kamis – Sabtu (22-24/01/2026), bukti bahwa sapi siap potong mengalami kelangkaan. Jika pun tersedia stok sapi, harganya di atas kewajaran.

Sementara, pemerintah melalui Kementerian belum mampu membuat perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang daging. Apalagi ditambah dengan kebutuhan makan bergizi gratis (MBG)

Ketua  Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif, menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai kurang merespon terhadap gejolak harga daging sapi di pasaran.

“Kami sangat menyayangkan dengan sikap acuhnya Kementan terhadap para pedagang daging yang memahami psikologi pasar hewan dan kemampuan daya beli masyarakat terhadap daging,” kata Muthowif kepada Mediakarya, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga:  Sri Mulyani Ungkap Singapura Negara Asal Terbesar Deklarasi PPS

Menurutnya, ada satu hal yang sangat prinsip hingga saat ini belum  diselesaikan oleh pemerintah. Yakni menghitung satu ekor sapi menjadi berapa kilogram daging.

“Jika pemerintah dapat merinci tingkat kebutuhan daging sapi di masyarakat,  saya yakin kondisi stok bisa diurai dan  dengan baik. Sehingga tidak ada gejolak harga,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar Presiden Prabowo mengevaluasi program kementerian pertanian. “Sebab selama ini program kementerian pertanian belum mampu mengantisipasi kelangkaan stok sapi siap potong dalam menghadapi bulan puasa dan idul Fitri belum berhasil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WIB

Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Berita Terbaru

Kedelai Impor (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:10 WIB