Home / DKI

Transjakarta Menuju Smart Mobility, Fondasi Jakarta 500 Tahun

- Editor

Selasa, 4 November 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus bertransformasi menuju layanan transportasi publik yang cerdas, inklusif dan berorientasi pada warga.

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, memaparkan perjalanan panjang perusahaan dari sistem busway konvensional menuju ekosistem smart mobility.

Perubahan besar Transjakarta terjadi sejak 2015 ketika lembaga ini bertransformasi dari Unit Pelaksana Teknis menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Sejak itu, arah perusahaan tak lagi hanya berbasis pada operasional bus, melainkan pada pelayanan warga.

“Kalau dulu itu (perspektifnya) operasional driven, jadi layanan didorong dari sisi operasional. Tapi sejak tahun 2016, kami ubah polanya bukan didorong dari sisi operasional, tapi ditarik dari sisi customer (pelanggan),” kata Welfizon.

Hal itu diungkapkan Welfizon dalam forum Balkoters Talk bertajuk ‘Smart Mobility: Evolusi Transjakarta untuk Jakarta 5 Abad’ di Pressroom Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Turut hadir Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli dan Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta Susilo Dewanto.

Welfizon melanjutkan, transformasi budaya pelayanan dimulai dari cara perusahaan memandang pengguna jasa.

Dulu yang naik Transjakarta itu disebut penumpang, namun jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penumpang itu artinya ‘numpang’, ‘nebeng gratisan’.

Istilah itu kemudian diubah, karena penumpang terkesan dapat tidak dengan kurang baik.

“Sejak kami berubah menjadi customer driven, sekarang kami mereka disebut pelanggan. Istilahnya mulai dari direksi sampai petugas di lapangan semua menyebut pelanggan, jadi enggak ada lagi istilah penumpang,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan paradigma itu mengubah seluruh orientasi internal Transjakarta.

Dari rapat operasional harian yang semula berfokus pada jumlah bus yang beroperasi, kini menjadi berapa banyak pelanggan yang dilayani.

Dengan paradigma baru itu, pertumbuhan layanan Transjakarta meningkat signifikan. Hingga kini, jangkauan layanan telah mencapai 91,8 persen wilayah Jakarta, ekuivalen dengan akses 9 dari 10 warga dapat menjangkau halte Transjakarta.

Baca Juga:  TransJakarta Diminta Sanksi Berat Operator Bus Sering Kecelakaan

“Jadi 9 dari 10 warga Jakarta jalan kaki 5-10 menit ke arah mana pun pasti ketemu halte atau bus stop,” ujar Welfizon.

Transformasi tersebut, kata Welfizon, bukan hanya perubahan istilah, tetapi perubahan paradigma besar di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini menjadi tulang punggung transportasi Kota Jakarta.

Welfizon menceritakan perjalanan panjang Transjakarta yang sempat masuk mode bertahan selama pandemi Covid-19.

Meski mobilitas warga menurun tajam, Transjakarta tetap beroperasi melayani sektor-sektor esensial.

Kini, pasca-pandemi, jumlah pelanggan tumbuh pesat hingga melampaui angka sebelum Covid-19.

“Kalau tahun lalu kami melayani 372 juta pelanggan, tahun ini targetnya tembus di atas 400 juta. Sampai triwulan ketiga sudah 298 juta pelanggan. Kami optimistis capai target,” ujarnya.

Selain memperluas cakupan, Welfizon menegaskan Transjakarta tengah mempersiapkan fase baru menuju smart mobility, sebuah sistem transportasi publik yang terintegrasi, berbasis teknologi, dan berorientasi pada warga.

“Kita sudah tidak lagi bicara sekadar busway, tapi bagaimana layanan ini menjadi bagian dari kota cerdas, di mana warga adalah pusatnya. Karena Transjakarta ini bukan hanya customer centric, tapi citizen centric,” tegasnya.

Welfizon meyakini, arah transformasi ini akan menjadi fondasi kuat bagi Jakarta sebagai kota global.

“Transportasi publik yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan adalah tulang punggung kota, dan itulah yang kami siapkan untuk Jakarta lima abad pada 2027 mendatang,” tuturnya

Selain itu, tak hanya berfokus pada transportasi, Transjakarta kini juga mendukung urban tourism melalui layanan open top tour bus.

Perseroan mengajak masyarakat dan wisatawan menikmati wajah baru Jakarta dari sudut pandang berbeda.

“Kalau ke London naik bus tingkat jadi pengalaman, ke Paris dan Bangkok juga begitu. Sudah saatnya orang datang ke Jakarta karena ingin menikmati kotanya. Dan Transjakarta siap jadi wajahnya” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL
Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WIB

PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD

Berita Terbaru

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung.

Opini

Menemukan Arah Baru Politik Umat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:50 WIB