Kaesang: Berpolitik Harus “santuy” dan Jangan Saling Hujat

- Editor

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengingatkan seluruh masyarakat untuk berpolitik bebas dari ketegangan dan jangan saling menghujat apabila mempunyai pilihan yang berbeda.

“Kita itu berpolitik dengan riang gembira dengan santun dan santuy, karena kita harus tahu di pemilu yang akan datang narasinya adalah pemilu yang damai. Jadi, jangan ada yang saling menghujat,” kata Kaesang dalam safari politik di Pondok Pesantren Gedongan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu.

Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu juga menambahkan bahwa mengkritik tetap boleh dilakukan, karena itu adalah hak setiap warga negara Indonesia. Namun, dia mengimbau agar kritik disampaikan dengan santun untuk menciptakan suasana sejuk di Pemilu 2024.

Lebih lanjut, Kaesang juga mengungkapkan ada banyak serangan yang dialamatkan kepada dirinya usai menjabat sebagai ketua umum PSI. Meski demikian, dia enggan menanggapi serangan tersebut dan memilih berkelakar bahwa serangan itu membuatnya semakin terkenal.

“Saya sekarang Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, baru tiga mingguan. Mungkin satu bulan itu nanti, di tanggal 23 Oktober, saya masih anget-angetnya, masih diserang sana-sini. Alhamdulillah, karena kalau nggak diserang, mungkin kami enggak terkenal,” katanya.

Kaesang mengungkapkan kedatangan dirinya ke Pondok Pesantren Gedongan dalam rangka safari politik dan mengajak para pengurus ponpes beserta para santri untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu Serentak 2024.

Baca Juga:  Kaesang Tanggapi Santai Kritikan Anies Baswedan Soal SGIE

“Yang penting, buat saya, bukan nyoblos PSI-nya; yang penting adalah dateng ke TPS (tempat pemungutan suara), ikut andil dalam Pemilu 2024 nanti, dan yang pasti jangan lupa untuk nyoblos presidennya juga,” kata Kaesang.

Dalam safari politiknya ke Ponpes Gedongan Cirebon tersebut, Kaesang juga mendapat kehormatan menyandang gelar Santri Kehormatan oleh pengurus Pondok Pesantren Gedongan, Kiai Ahmad Marzuki.

Dalam pemberian gelar itu, Marzuki juga menyematkan kopiah dan memberikan sandal kepada Kaesang.

“Simbol kopiah, Mas Kaesang, yang sementara ini menjadi Ketua Umum PSI, itu posisinya di atas dan simbol sandal itu juga Mas Kaesang harus siap di posisi yang paling bawah,” kata Marzuki, dilansir dari antara.
​​​​​​​
Marzuki mengungkapkan bahwa status santri kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk doa kepada Kaesang dan anak-anak muda di PSI agar sukses menjalankan tugas mengemban amanat rakyat.

“Kami tidak bisa mengikuti selalu langkah Mas Kaesang, langkah kawan-kawan muda; sehingga kami menitipkan status santri kehormatan. Mudah-mudahan itu adalah doa kami yang selalu menyertai Mas Kaesang dan kawan-kawan,” ujar Marzuki. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketum PMPRI Soroti Reshuffle Kabinet,  Disumpah Pakai Kitab Suci Tapi Nistakan Isinya
Mantan WK MPO Golkar Jabar: Duet Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Naik Kelas
Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah
Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai
Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara
Komisi III DPR Setujui Aklamasi Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri Gantikan Listyo Sigit
Pakar Komunikasi Politik: Suara Kritis Dibungkam, Demokrasi Berhenti Bernapas

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Ketum PMPRI Soroti Reshuffle Kabinet,  Disumpah Pakai Kitab Suci Tapi Nistakan Isinya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Mantan WK MPO Golkar Jabar: Duet Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Berita Terbaru