Beda Kelas Dengan Jokowi, Pidato Perdana Presiden Prabowo Sangat Berkualitas

- Editor

Minggu, 20 Oktober 2024 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

JAKARTA, Mediakarya – Hari ini (20 Oktober 2024) di gedung DPR-MPR dikawasan Senayan telah dilantik presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Prabowo Subianto usai dilantik di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, berpidato untuk pertama kali sebagai presiden Republik Indonesia.

Menurut Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono mengatakan bahwa pidato Prabowo sangat optimis dan menegaskan kapasitas Prabowo sebagai pemimpin negara besar seperti Indonesia.

“Pidato Prabowo menunjukkan kualitasnya, tidak hanya karena isi pidatonya yang relevan dan mencakup berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, tetapi juga karena cara penyampaian yang menunjukkan karisma kepemimpinan Prabowo,” ujar Wibisono, Minggu (20/10/2024).

Prabowo dalam menyampaikan pidato tanpa membaca teks, terutama ketika menyapa satu per satu kepala negara, kepala pemerintahan, serta utusan khusus dari negara-negara sahabat, hal itu, kata Wibi, merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kepercayaan diri dan kapabilitas Prabowo sebagai pemimpin di kancah internasional.

“Pidato Prabowo tadi memperlihatkan kedalaman kapasitasnya dalam diplomasi dan politik internasional, serta kesiapan dirinya untuk membawa Indonesia ke dalam percaturan global dengan penuh percaya diri,” katanya.

Isu-Isu Kritis yang Disoroti

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan beberapa isu penting yang menjadi perhatian bangsa Indonesia ke depan. Salah satu isu utama adalah tantangan yang dihadapi Indonesia, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Prabowo menyinggung tentang potensi ancaman yang muncul dari berbagai bidang, termasuk ancaman terhadap kedaulatan negara dan stabilitas politik.

Baca Juga:  Etos Indonesia: Kasus Yang Menjerat Hasto Harus Menjadi Momentum PDIP untuk Berbenah

Selain itu, isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu agenda prioritas dalam pidato tersebut. Prabowo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dalam upaya melawan korupsi. Baginya, korupsi adalah salah satu hambatan terbesar bagi terwujudnya keadilan sosial dan ekonomi di Indonesia.

“Salah satu yang membuat saya kagum adalah ajakan Prabowo untuk konsolidasi seluruh komponen bangsa adalah salah satu pesan penting dari pidato tersebut. Dalam pidatonya, Prabowo menyerukan agar masyarakat Indonesia bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” jelas Wibi

Salah satu aspek penting lainnya yang disoroti Wibi dari pidato tersebut adalah komitmen Prabowo untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Wibi menambahkan, kepercayaan diri Prabowo dalam menyampaikan pidato tanpa teks, serta penggunaan bahasa Inggris yang lancar, tampaknya merupakan cara dia memberi sinyal bahwa Indonesia berada dibawah kepemimpinannya siap menghadapi tantangan global dengan penuh keyakinan.

“Optimisme yang lain adalah terkait swasembada pangan yang akan di wujudkan dalan waktu sesingkat singkatnya, minimal dalam kurun waktu 4-5 tahun mendatang, saya ikut merasakan optimisme ibu akan bisa di wujudkan Presiden Prabowo,” tegasnya. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terbaru