JAKARTA, Mediakarya – Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) akhirnya memutuskan mogok berjualan untuk 3 hari ke depan dari Kamis-Sabtu. Aksi protes ini dipicu atas tingginya harga daging sapi, baik itu impor maupun lokal.
Sekjen APDI Yayan Suryana mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan Kementerian Pertanian dalam hal ini Dirjen Pertenakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yang tidak bisa memberikan kepastian soal harga daging sapi.
“Kami pedagang daging pasar Sumber Arta Kota Bekasi akan mogok berjualan dari hari Selasa hingga Sabtu,” ujar Yayan, Rabu (21/1/2026).
Yayan mengungkapkan, bahwa sebelumnya rencana mogok berjualan sedianya pada Selasa (6/1/2026). Namun setelah Dirjen PKH memberikan kepastiian bahwa harga daging tidak ada kenaikan dan stok daging sapi aman maka APDI urung mogok berjualan.
Namun setelah menunggu selama dua pekan, pemerintah belum juga mengambil langkah konkret terkait dengan gejolak harga daging di pasar.
Bahkan Kemenntan melalui Dirjem PKH hanya memberi “angin segar’ terkait dengan harga daging. Sehingga, para pedagang daging sapi se-Jadebotabek mulai besok memutuskan untuk mogok berjualan.
Sebelumnya Dirjen PKH mengakui bahwa pascaadanya gejolak harga daging sapi, pihaknya mengundang para pelaku usaha persapian di antaranya Gapuspindo, APDI, JAPDI, dalam rangka mencermati kondisi daging sapi yag terjadi saat ini.
“Kami sampaikan bahwa stok daging sapi saat ini dalam dua pekan ke depan masih cukup, dan masyarakat tidak usah khawatir dan dalam dua minggu ke depan tidak ada kenaikan harga,” kata salah satu pejabat perwakilan PKH.
Adapun kenaikan harga sebelumnya karena adanya kenaikan harga di hulu (negara asal). Karena Gapuspindo selama ini mendatangkan sapi impor.
“Karena harga sapi dari negara asal itu impor, maka kita mengikuti harga dolar. Namun demikian dipastikan dalam dua pekan kedepan stok daging sapi aman dan tidak ada kenaikan harga,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang daging sapi se-Jadebotabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) pada 6 Januari (besok) berencana melekukan aksi mogok berjualan secara serentak.
Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes para pedagang daging atas tingginya harga faktur sapi timbang hidup hingga mengakibatkan melonjaknya harga daging di pasaran.
Sekjen APDI Yayan Suryana menegaskan, meski hari raya idul fitri mash 2 bulan kedepan, namun gejolak harga daging sapi mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha daging di awal tahun 2026 ini.
Kondisi itu terjadi lantaran tingginya harga faktur timbang sapi hidup yang mencapai Rp53 ribu hingga Rp55 rubu perkilo gram sejak 3 bulan teakhir.
“Tingginya harga daging tersebut membuat para pedagang berencana menggelar aksi mogok berjualan secara serentak yang dimulai dari 6 Januari hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Yayan kepada Mediakarya di Jakarta, Ahad (4/1/2026).
Menurut Yayan, tingginya harga daging sapi berimbas pada ketidakmampuan pedagang untuk menghadapi konsumen di pasar. Seingga tidak ada jalan lain selain melakukan aksi mogok. (Edr)




