Prabu PL Tuntut KLH, KPK, dan KDM Selesaikan Masalah TPA Burangkeng

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI. Mediakarya  – Organisasi sipil nirlaba Prabu Peduli Lingkungan (Prabu PL) melakukan aksi demonstrasi di TPA Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026).

Dalam aksinya, Ketua Umum Prabu PL, Carsa Hamdani, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada tiga pihak, yakni Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi/KDM).

“Kami menuntut KLH untuk memperjelas dan mempercepat proses hukum terhadap Syafri Donny Sirait yang telah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran air sungai di TPA Burangkeng pada 12 Maret 2025,” kata Carsa.

Dia menegaskan bahwa KLH harus bertanggung jawab memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas, bukan sekadar formalitas tanpa kelanjutan yang jelas. “KLH harus memberikan rekomendasi tegas kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menonaktifkan tersangka (Donni Sirait) dari jabatannya selama proses hukum berlangsung,” ungkapnya.

Sementara itu, kepada KPK, Prabu PL juga meminta dilakukannya penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam pengadaan sewa alat berat di TPA Burangkeng. “Nilainya mencapai miliaran rupiah dari APBD Kabupaten Bekasi yang terindikasi tidak transparan,” ungkapnya.

Carsa juga mendorong KPK menyelidiki puluhan alat berat milik pemerintah daerah yang dibiarkan mangkrak dan tidak difungsikan. “Praktik ini patut dicurigai mengandung unsur penyalahgunaan anggaran daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Kesal Kali Ciketing Udik Tercemar, Anggota DPRD Kota Bekasi H. Anton Minta Kang Dedi Turun Langsung

Di samping itu, Carsa mengatakan persoalan TPA Burangkeng bukan sekadar masalah internal Kabupaten Bekasi, melainkan masalah Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Pencemaran yang terjadi tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem, tetapi juga mencoreng nama baik Jawa Barat, terlebih dengan adanya indikasi dugaan korupsi.

Karena itu, dia meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan langsung mengawasi pembenahan di TPA Burangkeng. “Kami menilai KDM tidak paham soal sampah di TPA. Saya lihat di konten-kontennya tidak pernah masuk ke TPA-TPA di Jawa Barat. Jadi kami ajak KDM untuk terjun langsung ke TPA Burangkeng biar paham soal TPA,” katanya.

Carsa juga mendesak KDM memastikan penonaktifan Syafri Donny Sirait sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi serta mendorong transparansi dan akuntabilitas Pemkab Bekasi dalam pengelolaan sampah secara objektif dan profesional.

Dia berharap KDM dapat melindungi dan menjamin hak masyarakat di sekitar TPA Burangkeng atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. “Harusnya TPA Burangkeng dijadikan sebagai zona kawasan rehabilitasi lingkungan,” pungkas Carsa. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Jadi Juara Umum Pada Ajang Puteri Jabar 2026, Azizah Bikin Harum Nama Kota Bekasi
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:47 WIB

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Berita Terbaru