JAKARTA, Mediakarya – Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, menyoroti krisis legitimasi pemerintahan yang saat ini terjadi. Menurutnya, krisis legitimasi harus disadari sebagai krisis kepercayaan yang bisa berujung pada disintegrasi bangsa jika tidak segera dicegah.
“Kalau kita menyadari bahwa krisis legitimasi adalah krisis kepercayaan, dan krisis kepercayaan merupakan indikator social distrust, social disorder, social disobedience, maka kita harus mencegah dia menjadi bentuk disintegrasi. Kita harus menghentikan dia menjadi berproses lebih lanjut menjadi disintegrasi,” ujar Bang Ichsanuddin Noorsy dalam dialog di kanal YouTube Dialog Topik Berita Rasil, dikutip Mediakarya, Selasa (29/9/2026).
Noorsy menjelaskan, krisis kepercayaan publik akan melahirkan ketidakpercayaan sosial, kekacauan sosial, hingga pembangkangan sosial. Jika dibiarkan, rangkaian tersebut akan mengarah pada perpecahan bangsa.
Ia pun menyinggung peran lembaga negara sebagai sumber legitimasi. Menurutnya, jika Mahkamah Konstitusi (MK) pernah menjadi sumber munculnya legitimasi, dan MPR pada 10 Agustus 2002 telah menjadi sumber krisis legitimasi, maka perbaikan harus dimulai dari sana.
“Nah, kalau MK pernah menjadi sumber munculnya legitimasi, kalau MPR yang pada 10 Agustus 2002 telah menjadi sumber krisis legitimasi, maka dari sanalah sebetulnya kita perbaiki. MPR harus kembali berperan untuk mengembalikan ini semua,” tegasnya.
Lebih jauh, ekonom senior tersebut mengajak seluruh anak bangsa yang merasa menjadi pemikir-pemikir terbaik untuk memberikan kontribusi terbaik agar bangsa ini kembali memiliki harga diri dan kedaulatan.
“Berikanlah kontribusi yang terbaik agar bangsa ini kembali memiliki harga diri, agar bangsa ini kembali punya kedaulatan, agar bangsa ini punya kemampuan mengatasi krisis legitimasi, agar hidup berbasis pada iman dan ilmu,” katanya.
Noorsy juga mengingatkan agar kehidupan berbangsa tidak hanya berbasis pada kekuasaan dan kekayaan.
“Hidup bukan berbasis pada tahta dan harta, sehingga Anda merasa terhormat dengan tahta dan harta itu. Tidak. Anda tidak akan pernah terhormat dengan tahta dan harta. Anda justru akan menjadi beban dan dia akan menjadi beban, dan kemudian habis begitu saja ketika Anda masuk ke liang lahad,” pungkasnya. (Ugy)











