Ichsanuddin Noorsy: Krisis Legitimasi Adalah Krisis Kepercayaan, Harus Dicegah Jadi Disintegrasi

- Editor

Selasa, 29 September 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy (Foto: Ist)

Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, menyoroti krisis legitimasi pemerintahan yang saat ini terjadi. Menurutnya, krisis legitimasi harus disadari sebagai krisis kepercayaan yang bisa berujung pada disintegrasi bangsa jika tidak segera dicegah.

“Kalau kita menyadari bahwa krisis legitimasi adalah krisis kepercayaan, dan krisis kepercayaan merupakan indikator social distrust, social disorder, social disobedience, maka kita harus mencegah dia menjadi bentuk disintegrasi. Kita harus menghentikan dia menjadi berproses lebih lanjut menjadi disintegrasi,” ujar Bang Ichsanuddin Noorsy dalam dialog di kanal YouTube Dialog Topik Berita Rasil, dikutip Mediakarya, Selasa (29/9/2026).

Noorsy menjelaskan, krisis kepercayaan publik akan melahirkan ketidakpercayaan sosial, kekacauan sosial, hingga pembangkangan sosial. Jika dibiarkan, rangkaian tersebut akan mengarah pada perpecahan bangsa.

Ia pun menyinggung peran lembaga negara sebagai sumber legitimasi. Menurutnya, jika Mahkamah Konstitusi (MK) pernah menjadi sumber munculnya legitimasi, dan MPR pada 10 Agustus 2002 telah menjadi sumber krisis legitimasi, maka perbaikan harus dimulai dari sana.

“Nah, kalau MK pernah menjadi sumber munculnya legitimasi, kalau MPR yang pada 10 Agustus 2002 telah menjadi sumber krisis legitimasi, maka dari sanalah sebetulnya kita perbaiki. MPR harus kembali berperan untuk mengembalikan ini semua,” tegasnya.

Baca Juga:  Tiga Srikandi Bakal Pimpin Golkar Kota Bekasi

Lebih jauh, ekonom senior tersebut mengajak seluruh anak bangsa yang merasa menjadi pemikir-pemikir terbaik untuk memberikan kontribusi terbaik agar bangsa ini kembali memiliki harga diri dan kedaulatan.

“Berikanlah kontribusi yang terbaik agar bangsa ini kembali memiliki harga diri, agar bangsa ini kembali punya kedaulatan, agar bangsa ini punya kemampuan mengatasi krisis legitimasi, agar hidup berbasis pada iman dan ilmu,” katanya.

Noorsy juga mengingatkan agar kehidupan berbangsa tidak hanya berbasis pada kekuasaan dan kekayaan.

“Hidup bukan berbasis pada tahta dan harta, sehingga Anda merasa terhormat dengan tahta dan harta itu. Tidak. Anda tidak akan pernah terhormat dengan tahta dan harta. Anda justru akan menjadi beban dan dia akan menjadi beban, dan kemudian habis begitu saja ketika Anda masuk ke liang lahad,” pungkasnya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GNK: Kebesaran NU Dibangun dari Kedekatan dengan Umat, Bukan Penguasa
Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:51 WIB

Ichsanuddin Noorsy: Krisis Legitimasi Adalah Krisis Kepercayaan, Harus Dicegah Jadi Disintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 08:32 WIB

GNK: Kebesaran NU Dibangun dari Kedekatan dengan Umat, Bukan Penguasa

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik

Berita Terbaru

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan RUU APBN Tahun 2027. Pengesahan digelar pada Rapat Paripurna ke-7. (Foto/TV Parlemen)

Nasional

APBN 2027 DPR Ketok Palu 4.106 Triliun Rupiah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:36 WIB