JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, menilai pembenahan pimpinan dan struktur di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan hal yang wajar dan harus diasumsikan secara positif.
Hal tersebut disampaikan Iskandarsyah yang juga pengamat politik dan kepolisian, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Senin (5/10/2026), menanggapi polemik pergantian sejumlah jajaran internal Polri.
Menurut Iskandar, pergantian dalam struktur pimpinan Polri adalah hal biasa dan menjadi bagian dari dinamika organisasi.
“Begitu juga dengan keputusan Kapolri yang baru Jenderal Polisi Suyudi yang merombak pimpinan-pimpinan Polri di level pusat maupun di tingkat daerah, ini hal yang lumrah dan biasa saja, bukan karena faksi A atau faksi B, jangan diasumsikan seperti itu,” ujar Iskandar.
Ia meminta publik tidak berasumsi negatif terhadap mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Menurutnya, tongkat estafet kepemimpinan Polri adalah hal yang wajar, lalu diikuti dengan pergantian serentak pimpinan di level pusat dan daerah juga merupakan hal yang wajar.
“Kapolri selaku pimpinan tertinggi institusi Polri paham betul kebutuhan internalnya. Kebijakan yang diambi oleh Jenderal Suyudi tentu dalam rangka kemajuan Polri ke depan, tidak atas dasar pesanan-pesanan atau apapun,” katanya.
Saat ditanya mengenai komposisi pejabat baru yang banyak diisi angkatan yang sama dengan Kapolri, Iskandar menjawab dengan nada ringan.
“Kalau ditanya soal ini saya akan jawab yang paling mudah, karena hampir kawan seangkatannya yang beliau prioritaskan, jadi beliau sayang kepada kawan-kawannya, itu saja,” katanya
Saat Listyo menjabat sebagai Kapolri, kata Iskandar, rekan seangkatanya juga ikut naik. “Kita harus fair lah dalam menganalisa. Dalam hal ini Etos bukan berada di pihak manapun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iskandar mengatakan masyarakat menaruh harapan besar kepada Kapolri baru, terutama dalam penanganan hukum di level masyarakat terbawah, yag selama ini dipersepsikan negatif.
“Ini akan menjadi atensi terbesar beliau, termasuk memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum di level manapun, sehingga tak ada lagi oknum yang coba mengganggu kepemimpinan beliau,” ucapnya.
Menurutnya, pimpinan institusi akan terganggu akibat ulah anggota di bawah yang merugikan masyarakat dan kemudian menjadi viral di media sosial.
“Kita dukung semua program, kita dukung semua regulasi Kapolri yang baru ini, jangan berasumsi yang tidak-tidak atas pemutasian beberapa pejabat di lingkungan tertinggi Mabes Polri dan pimpinan di level daerah,” kata Iskandar menutup keterangannya. (Ugy)











