Wakil Ketua Komisi VIII Nilai Program ‘Indonesian Mendengar’ Terobosan Positif

- Editor

Selasa, 11 Januari 2022 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily

Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily

JAKARTA, Mediakarya – Program ‘Indonesia Mendengar’ yang diluncurkan Kementerian Sosial dinilai merupakan terobosan yang sangat positif.

Di mana Program ‘Indonesia Mendengar’ merupakan upaya pemerintah memberikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas sensorik netra dan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.

“Karena tidak semua kelompok penyandang disabilitas memiliki akses untuk mendapatkan alat bantu. Dengan program ini, kini akses tersebut bisa terbantu dengan lebih baik,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily dalam keterangan persnya Senin, (10/1/2021).

Program yang digagas Kemensos ini bertujuan untuk memberikan akses informasi dan komunikasi bagi penyandang disabilitas dan pelaksanaan terapi bagi penyandang disabilitas untuk memaksimalkan fungsi-fungsi tubuh yang dimilikinya.

Ace mereka mengatakan, Komisi VIII DPR RI siap mendukung Kemensos, baik dari segi anggaran maupun program yang diusulkan.

“Kami akan memberikan dukungan kepada Kemensos dari segi anggaran untuk penyediaan alat-alat bagi disabilitas. Yang terpenting adalah Kemensos sangat kami appresiasi dengan program ‘Indonesia Mendengar’,” ujar Politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga:  Polemik Logo Halal Kemenag, Ace Hasan: Tidak ada yang salah dengan logo baru

Tak hanya itu, Ace juga berharap Kemensos melalui program lainnya dapat terus membantu kaum difabel membangun kemandirian mereka.

“Kita harapkan bukan saja dengan ‘Indonesia Mendengar’, tapi nanti ada program ‘Indonesia Melihat’ dan ‘Indonesia Melangkah’, sehingga keterbatasan fisik yang dimiliki oleh kelompok difabel dapat dimaksimalkan fungsinya sehingga mereka bisa berdaya dan mereka mampu untuk membangun kemandiriannya,” pungkas legislator dapil Jawa Barat II itu.

Seperti yang diketahui dalam program ‘Indonesia Mendengar’ Kemensos melalui balai besar, balai dan loka menyiapkan bantuan aksesibilitas sebanyak 262 khusus untuk penyandang disabilitas rungu wicara yang terdiri dari alat bantu dengar, handphone bicara/ponsel pintar dengan aplikasi transkrip instan, tablet dan laptop bicara dengan aplikasi Jaws, serta peluit.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjukkan Wajah Baru Polri: Dekat Ulama, Hormati Sejarah, Hadir untuk Pekerja
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Buntut Karhutla 4 Bulan Tak Padam, Prabu Peduli Lingkungan Desak Raja Juli Antoni Mundur
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Karhutla Ancam 288 Ribu Warga Kena ISPA, Pakar: Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Petani

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjukkan Wajah Baru Polri: Dekat Ulama, Hormati Sejarah, Hadir untuk Pekerja

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua

Berita Terbaru