Airlangga : Pesantren Harus Melahirkan Santripreneur

- Editor

Rabu, 20 April 2022 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat, Rabu (20/4/2022).

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat, Rabu (20/4/2022).

TASIKMALAYA, Mediakarya – Searah dengan perkembangan zaman yang kian maju sudah seharusnya pesantren bisa melahirkan santripreneur berkelanjutan. Hal tersebut seiring dengan semangat entrepreneurship di kalangan santri dan gelombang gerakan kewirausahaan di dunia santri saat ini. Hal tersebut diungkapkan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat, Rabu (20/4/2022).

Diketahui, saat melakukan kunjungan ke pondok Pesantren Suryalaya, Ketua Umum DPP Partai Golkar itu juga didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Ketua DPR-RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat serta tamu undangan lainnya.

“Lahirnya generasi baru santri (santripreneur) di pesantren-pesantren di tanah air, seperti di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya ini tentu saja patut diapresiasi dan didukung. ” kata Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, berbagai kebijakan pemerintah dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dan kreatifitas harus hadir di tengah-tengah pondok.

“Tolong carikan satu ruangan di pesantren ini untuk menumbuhkan santripreuner dan kami nanti yang mengisi dan menyiapkannya,” kata Airlangga.

Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ke Tasikmalaya dan Garut selama 2 hari, Rabu-Kamis (20-21/4/2022) itu cukup mendapat sambutan warga Jawa Barat. Nampak berbagai sepanduk dan atribut dukungan menyertai perjalanan sang menteri.

“Kehadiran kami ke Ponpes Suryalaya adalah amanah, membesarkan Suryalaya juga adalah amanah dari tokoh-tokoh Golkar yang senantiasa selalu dekat dengan Abah,” sebut Airlangga yang juga sempat berziarah ke makam pendiri dan sesepuh Ponpes Suryalaya.

Menurut Airlangga, Suryalaya telah menjadi perekat hubungan yang erat antara ulama dan umaro. Selalu bersama-sama dan mendukung pemerintah. “Karena itu membesarkan pesantren Suryalaya adalah sebuah keharusan,”katanya.

Suryalaya Tetap Istiqomah

Dalam kesempatan yang sama disebutkan, Pondok dan seluruh sayap dibawah naungan Pesantren Suryalaya Tasikmalaya hingga kini masih tetap istiqomah bersama Partai Golkar. Demikian ditegaskan Pimpinan Ponpes Suryalaya, KH. Baban Ahmad jihad pimpinan Ponpes Suryalaya

Baca Juga:  Menpora Ajukan Pengunduran Diri, Benarkan Hubungan Amali Dengan Airlangga Retak?

“Kedatangan Pak Airlangga merupakan anugrah bagi pesantren Suryalaya. Tolong dicatat ya, kami masih tetap istiqomah,” kata KH. Baban Ahmad Jihad disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, keberpihakan kepada Partai Golkar sudah menjadi maklumat tertulis dari Abah ( almarhum KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin atau Abah Anom, Redaksi), dimana beliau
sebagai pinisepuh Golongan Karya.

“Sebagai murid Insyaallah kami semua akan tetap mentaati apa yg telah diamanahkan seperti tertulis dalam maklumatnya itu,” sambung KH. Baban Ahmad Jihad.

Pondok Pesantren Suryalaya dikenal sebagai pesantren sufi terbesar di tanah air yang dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau yang dikenal dengan panggilan Abah Sepuh pada tanggal 7 Rajab 1323 H atau 5 September 1905.

Setelah Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad berpulang ke Rahmattullah pada tahun 1956 di usia yang ke 120 tahun, kepemimpinan dan kemursyidannya dilimpahkan kepada putranya yang kelima, yaitu KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akbrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom.

Pada masa kepemimpinan Abah Anom, Pondok Pesantren Suryalaya ini selain berperan aktif dalam kegiatan Keagamaan, Sosial, Pendidikan, Pertanian, Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kenegaraan juga dikenal sebagai pesantren Inabah.

Inabah adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti pengembalian atau pemulihan, maksudnya proses kembalinya seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan yang mendekati Allah. Abah Anom kemudian menggunakan nama inabah menjadi metode bagi program rehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.***

Saep Lukman
Ketua Biro Media dan Penggalangan Opini DPD Partai Golkar Jabar 081572188889 – 087714668847

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK
Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK

Berita Terbaru