Beranda / Nasional / Politik / Akui Apload Narasi Hoaks, Staf Ahli Kemenkominfo Siap Lepaskan Jabatan

Akui Apload Narasi Hoaks, Staf Ahli Kemenkominfo Siap Lepaskan Jabatan

JAKARTA, Mediakarya – Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Bidang Hukum RI Profesor Henry Subiakto meminta maaf atas narasi salah atau hoaks di akun Twitter-nya pada Jumat kemarin.

Di mana Henry menarasikan terkait seorang anak kecil yang tidur di jalan. Dan Henry  menyebutkan bahwa anak kecil itu merindukan Ibunya yang merupakan korban peperangan di Irak.

Padahal, narasi itu salah atau hoaks. Narasi tersebut sudah tersebar sejak tahun 2014. Dan telah dibantah oleh seniman India yang merupakan pemilik foto itu.

Akibat penyebaran narasi hoaks tersebut, profesor di Universitas Airlangga ini di-bully. Ramai-rami netizen pun ‘menyerangnya’.

Seperti diketahui, persoalan ini bukan pertama kali Henry membagikan informasi yang salah. Hal tersebut dibahas oleh pengguna Twitter @meinaret yang kesal karena beberapa kali Henry ketahuan menyebar informasi salah dan tidak meminta maaf.

“Sudah prof. Sudah. Cukup. Semakinngeles, semakin menunjukkan kualitas profesor anda. Kata guru ngaji saya yang bukan seorang Profesor, kalau salah, ya lebih baik minta maaf, janganngeles,” tutur seorang pengguna Twitter @NaylaAzam membalas cuitan Henry.

Usai diserang warganet, Henry mengakui salah memberikan narasi tentang foto yang diunggahnya di Twitter.

“Foto anak tertidur yang saya upload ini ternyata tidak ada hubungannya dengan konflik di Irak, sejarahnya seperti yang dijelaskan di Tempo. Untuk itu saya minta maaf atas kesalahan narasi foto tersebut. Terima kasih pada teman-teman yang sudah mengoreksinya. Yuk tetap kita jaga kedamaian di negeri ini,” ujarnya di akun Twitter, Sabtu (18/12/2021).

Prof Henry juga berjanji akan keluar dari jabatannya di Kemenkominfo usia menulis  narasi hoaks itu. Dia mengatakan, tahun depan dirinya akan keluar dari pemerintah agar bisa bebas mengerjakan kecintaannya kepada NKRI.

“Tahun depan saya memutuskan akan berhenti dari jabatan di pemerintah. Saya rindu sebagai orang kampus, yang tidak perlu dibebani dengan sebutan pejabat dll. Saya akan lebih bebas suarakan kecintaan saya pad negeri ini, menghadapi mereka yang perilaku dan ucapannya merugikan bangsa besar ini,” ucapnya.

Henry pun mengakui foto itu salah sejarahnya, tapi pesan utuhnya adalah perang akan bawa penderitaan ke banyak orang. “Maka kita harus jaga negeri ini agar damai, foto hanya ilustrasi. Bagi orang-orang pecinta keributan bukan pesan damainya yang ditangkap, tapi kekeliruan sejarah fotonya yang dianggap pidana,” cuit Henry.

.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *