Daerah  

BEM PTNU Sukabumi Raya Ungkap Temuan BPK Rp27 Miliar, Desak Evaluasi UPTD Bina Marga Jabar Wilayah II

BEM PTNU Sukabumi Raya
Puluhan Mahasiswa BEMPTNU saat lakukan Aksi UNR

“Pertanyaannya, apakah tidak ada anggaran pemeliharaan setiap tahun untuk jalan-jalan tersebut?” ujar Aceng.

Selain itu, BEM PTNU juga menyoroti proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, yang kembali amblas hanya beberapa minggu setelah selesai dikerjakan. Mereka menduga adanya kelalaian dalam pemenuhan spesifikasi teknis proyek.

“Di lapangan kami temukan konstruksi fondasi tanpa besi yang seharusnya menjadi spesifikasi wajib. Saluran air juga hanya dibuat di bagian depan dan tidak tembus dari ujung ke ujung. Ini menunjukkan kegagalan serius dalam pelaksanaan dan pengawasan,” tegasnya.

Aceng menambahkan, berdasarkan kajian dan data yang mereka himpun, terdapat sedikitnya lima hingga enam temuan Badan Pemeriksa Keuangan pada proyek-proyek jalan dengan perusahaan berbeda-beda, dengan total nilai kelebihan bayar yang ditaksir mencapai Rp27 miliar selama periode 2019–2024.

“Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut agar tidak terus berulang,” katanya.

Aksi mahasiswa sempat diwarnai kekecewaan karena Kepala UPTD Bina Marga Wilayah II Sukabumi tidak hadir menemui massa aksi. BEM PTNU menyatakan tidak puas dan mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *