JAKARTA, Mediakarya – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan melakukan pemetaan agar subsidi listrik yang diberikan pemerintah bisa efisien dan tepat sasaran. Menurutnya, pemetaan ini penting, agar jangan sampai pemberian subsidi ini justru dimanfaatkan oleh para mafia.
“Banyak pihak mafia yang lihat ini kesempatan untuk bagaimana menjadi istilahnya pengambilan keuntungan sepihak,” kata Menteri Erick dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (19/1).
Dilansir dari merdeka, Erick Thohir menjelaskan, dengan perkembangan digitalisasi, maka dapat membuka wilayah abu-abu dalam konteks penyaluran subsidi. Hal inilah yang kerap sekali justru akan dimanfaatkan oleh mafia.
“Karena itu dengan tadi digitalisasi akan membuka gray area atau keabu-abuan yang selama ini justru dimanfaatkan oleh banyak pihak, mafia-mafia yang lihat ini justru menjadi opportunity,” katanya.
Oleh karena itu, tujuan dari pemetaan ini dilakukan supaya ke depan pemerintah bisa menggambarkan secara riil mana masyarakat yang perlu disubsidi, dan tidak perlu disubsidi. Mengingat, pandemi Covid-19 menyebabkan defisit APBN sangat besar.
“Dari KPK, DPR selalu menekankan bagaimana (subsidi) bisa masuk langsung ke rakyatnya. Kami, PLN mendukung yang bisa subsidi langsung tanpa melibatkan BUMN, saya rasa kami di BUMN malah sangat mendukung itu,” pungkas dia.(qq)






