DENPASAR, Mediakarya – Hotel Griya Santian kembali menggelar pameran bertemakan “Divergent Mind”. Pameran yang digelar ini adalah untuk mengajak pemirsa untuk menggeser cara membaca karya seni, yang acaranya dibuka pada Jumat 9 Januari 2026.

Pameran yang digelar ini bertujuan untuk mencari keseragaman atau ciri khas yang tunggal, sekaligus untuk memahami perbedaan, ketegangan, bahkan kontradiksi antar karya sebagai bagian dari pernyataan artistik yang lahir dari ekosistem pikiran seorang pelukis bernama Made Romi.

Dalam perspektif ini, perbedaan gaya bukanlah kegagalan koherensi, melainkan manifestasi dari kebebasan berpikir yang disengaja.  Kesadaran Made Romi akan dirinya sebagai otoritas atas karya-karyanya menjadi fondasi penting dalam praktik ini. Ia menempatkan dirinya sebagai subjek yang bertanggung jawab penuh atas pilihan estetik dan konseptualnya.

Sikap ini mengingatkan pada gagasan seniman modern tentang otonomi artistik, namun dengan kesadaran kontemporer bahwa otonomi tersebut selalu dinegosiasikan dalam relasi sosial dan kultural yang kompleks.

Romi menegaskan dalam seni rupa, perubahan, ketidakpastian, dan keberanian untuk menyimpang bukanlah kelemahan, melainkan sumber vitalitas kreatif. Dalam proses kreatifnya, berpikir dan melukis menyatu sebagai proses yang terus bergerak, sebuah perjalanan yang nilainya justru terletak pada keberlanjutan pencarian itu sendiri.

Sementara itu Made Dolar Astawa mewakili Santrian Gallery mengatakan Santrian Gallery selalu menyiapkan ruang untuk kegiatan para seniman tidak saja dari Bali bahkan Nusantara. Sehingga mampu menumbuhkembangkan seni rupa secara lebih luas. “Harapkan kami seni rupa semakin tumbuh dan terus berkembang,” ujar Dolar Astawa. (Bud)

By ATH1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *