Brigjen Soepardjo, Panglima Tinggi G30S yang Berakhir di Tiang Eksekusi

- Editor

Kamis, 4 September 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Satu Tokoh G30S Brigjen Soepardjo

Salah Satu Tokoh G30S Brigjen Soepardjo

JAKARTA, Mediakarya – Dari sekian tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965 (G30S), Brigadir Jenderal Mustafa Sjarief Soepardjo adalah perwira dengan pangkat tertinggi. Meski seorang jenderal bintang satu, dalam gerakan tersebut ia berada di bawah komando Letkol Untung, yang pangkatnya dua tingkat di bawahnya.

Soepardjo dikenal sebagai jenderal cerdik dan berpengalaman. Ia beberapa kali lolos dari operasi penangkapan aparat dalam pembersihan G30S, sementara tokoh lain seperti Letkol Untung sudah lebih dulu ditangkap.

Lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah pada 23 Maret 1923, Soepardjo menjabat sebagai Komandan TNI Divisi Kalimantan Barat ketika G30S meletus. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Pangkopur-II dalam Operasi Dwikora dan memimpin Komando Tempur Dua di bawah KOLAGA dalam operasi Ganyang Malaysia. Pengalaman militernya kian matang setelah menempuh pendidikan di Sekolah Staf Tentara Pakistan, Quetta. Ia juga pernah menjabat Komandan Resimen Divisi Siliwangi.

Sekitar 28 September 1965, Soepardjo terbang dari Kalimantan ke Jakarta untuk menghadiri rapat-rapat penting menjelang G30S. Ia disebut sebagai sosok yang melaporkan penangkapan para jenderal kepada Presiden Soekarno. Setelah gerakan itu gagal total, Soepardjo menuliskan memoar yang berisi analisisnya mengenai penyebab kegagalan G30S dari sudut pandang militer.

Baca Juga:  CBA Desak Kejagung Usut Dugaan Korupsi Kalori Batu Bara di PLN

Setelah lama berstatus buron, Soepardjo akhirnya tertangkap pada Hari Raya Idulfitri, 12 Januari 1967. Penangkapan dilakukan melalui Operasi Kalong yang digelar oleh Panglima Kodam V/Jaya, Brigjen Amirmachmud, dan dipimpin Kapten Cpm Suroso dengan melibatkan pasukan Raiders Kodam V Jaya.

Operasi itu berhasil menemukan Soepardjo di rumah seorang Kopral AURI bernama Sutardjo di Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Setelah sempat bersembunyi di loteng, ia menyerah ketika pasukan mengancam akan menembaknya.

Soepardjo kemudian ditahan, diadili, dan hanya tiga bulan kemudian dijatuhi hukuman mati. Pada 18 Maret 1967, ia dieksekusi dengan regu tembak. Menurut kesaksian, sebelum dieksekusi Soepardjo sempat melantunkan lagu “Indonesia Raya” dan mengumandangkan azan di dalam selnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB