Beranda / Megapolitan / DKI / Dinas LH DKI Genjot Program Bank Sampah, Warga RW 01 Penggilingan Jakarta Timur: Sangat Membantu Warga

Dinas LH DKI Genjot Program Bank Sampah, Warga RW 01 Penggilingan Jakarta Timur: Sangat Membantu Warga

JAKARTA, Media Karya-Warga 15 RT di RW 01, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur semakin gencar memilah sampah anorganik dari rumah masing masing.

Sampah anorganik yang dipilah selanjutnya disetorkan ke Bank Sampah RW 01 yang telah beroperasi sebulan lalu.

Seperti yang terlihat pada Sabtu (8/4/2023), di Jalan Marzuki 2, Penggilingan Cakung. Sejak pukul 08.30 Wib, warga melakukan penimbangan sampah yang difasilitasi petugas dari UPK Badan Air Cakung, Jakarta Timur.

Warga terlihat antusias membawa sampah anorganik untuk ditimbang.

Haji Karsono, Ketua RW 01, kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur mengungkapkan bank sampah ini sangat membantu lingkungan.

“Khususnya ibu-ibu yang mempunyai peranan yang sangat penting. Sehari-hari ibu-ibu mengumpulkan sampah di rumahnya masing-masing. Kemudian mereka timbang saat petugas dari dinas lingkungan hidup datang setiap bulannya,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Jalan Haji Marzuki 2, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2023).

Menurut Karsono, masyarakat yang bergabung menjadi nasabah Bank Sampah telah melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah material daur ulang dari rumah masing-masing.

“Karena sehari-hari mereka mengumpulkan. Dan saya lihat satu RT bisa mengumpulkan sampah sebanyak satu truk,” bebernya.

Karsono mengakui keberadaan bank sampah di wilayahnya memberikan dampak positif bagi warga.

‘Selain membantu program Pemda DKI dimana pengiriman sampah ke TPA Bantar Gebang berkurang, juga mempunyai nilai ekonomis karena menambah penghasilan bagi ibu-ibu,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, koordinator Bank Sampah RW 01 Nurhayatun mengungkapkan, pemilahan sampah anorganik warga RW 01 mencapai sekitar ratusan kilogram setiap bulannya.

“Antusias warga di 15 RT dalam memilah sampah anorganik sejak Bank Sampah beroperasi bulan lalu semakin meningkat,” ujarnya.

Ia memaparkan, sampah anorganik yang dipilah warga dari rumah masing masing dan disetorkan ke Bank Sampah memiliki nilai ekonomis. Di antaranya botol air mineral per kilogram dihargai Rp 4.000, kardus Rp 1.000, dan kertas putih Rp 4.000, minyak jelantah Rp 5.000.

“Sampah anorganik yang dipilah warga memiliki nilai ekonomis dengan harga bisa berubah, naik dan turun,” katanya.

Kata wanita berkacamata yang akrab disapa Mba Nung ini sebagian besar sampah anorganik yang dipilah warga RW 01 berupa plastik, kardus dan kertas.

“Setiap bulan, sampah yang dikumpulkan disetorkan ke Bank Sampah. Bulan lalu sampah yang ditimbang di bank sampah mencapai 10 truk,” ujarnya

Sementara itu, ketua LMK 01 Penggilingan, Eko Yulianto mengaku bersyukur warga RW 01 sudah mendapatkan edukasi dari dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah.

“Kita berharap dinas terkait agar memfasilitasi dalam program Bank Sampah ini. Khusus untuk RW 01 saat ini terkendala dengan tempat khusus Bank Sampah. Kita sudah usulkan melalui anggota DPRD DKI,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Pengawas UPK Badan Air Cakung, Joko mengungkapkan kegiatan penimbangan sampah ini merupakan implementasi Pergub No 77 tentang pengelolaan sampah lingkup rukun warga.

“Warga secara sukarela mengumpulkan sampah rumah tangganya sendiri. Untuk kemudian dikumpulkan dan ditimbang oleh petugas dinas lingkungan hidup. Kita rutin mengambil sampah-sampah milik warga. Bisa seminggu sekali atau dua Minggu sekali. Setelah itu kita timbang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/4/2023).(dri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *