KOTA BEKASI, Mediakarya – Musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar Kota Bekasi yang digelar pada 29 Oktober 2021 lalu diwarnai dengan aksi yang memilukan. Hal tersebut menyusul dengan adanya Musda tandingan dilakukan oleh kelompok Nofel Saleh Hilabi yang dinilai sebagai bentuk pembangkangan atas rekomendasi Musda dari DPD Golkar Jawa Barat.
Di mana berdasarkan rapat keputusan DPD Golkar Jabar bahwa Musda DPD Golkar Kota Bekasi dilaksanakan di Graha Bintang Mustika Jaya Kota Bekasi. Namun di hari yang sama kelompok Nofel menggelar Musda tandingan di Hotel Horison Bekasi Selatan.
Yang lebih memilukan lagi, Plt Ketua Golkar Kota Bekasi Aria Girinaya yang saat itu hadir dalam Musda Golkar di Geraha Bintang, sore harinya juga menghadiri Musda tandingan kelompok Nofel Saleh Hilabi di Hotel Horison.
Menanggapi hadirnya Plt Golkar Kota Bekasi di dua Musda tersebut, kader muda Golkar Elyas M. Situmorang, mengatakan bahwa kehadiran Aria Girinaya di Musda itu sebagai upaya pembangkangan terhadap perintah partai dan dinilai berpolitik tanpa moral.
Oleh karenanya Elyas menolak Musda Golkar Kota Bekasi tandingan yang dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi pada tanggal 29 Oktober 2021.
Bahkan Elyas menyebut bahwa Musda yang dilakukan oleh kelompok Nofel merupakan Musda ilegal berpotensi merugikan internal partai Golkar Kota Bekasi dan mencederai semangat HUT Golkar dengan taglane “Bersatu Untuk Menang”.
Oleh karena itu kader muda Golkar mengimbau agar Nofel menghentikan manuvernya untuk memecah belah partai Golkar Kota Bekasi,
“Musda ke V Partai Golkar Kota Bekasi telah memilih Ade Puspitasari sebagai ketua DPD Golkar Kota Bekasi. Karena penunjukan panitia sesuai AD/ART partai Golkar. Sehingga tidak benar jika DPD Partai Golkar Jawa Barat memerintahkan dua Musda di Kota Bekasi,” tegas Elyas dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Mediakarya, Jumat (12/11/2021).
Elyas juga menyayangkan Plt. Ketua Golkar Kota Bekasi Aria Girinaya yang hadir di dua Musda Golkar hanya berdalih menghindari terjadinya bentrok dalam Musda V Golkar yang diadakan di Graha Bintang. Karena itu bukan alasan yang tepat.
“Karena sesungguhnya Musda yang benar adalah yang diselenggarakan di Graha Bintang dan memenangkan Ade Puspitasari sebgai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi. Karena itu sudah sesuai dengan AD/ART partai,” tegas Elyas.
Untuk itu Elyas meminta kepada DPP Golkar agar memberikan sanksi terhadap siapapun kader yag membangkang peritah partai. “Siapapun oknum yang membuat gaduh Partai Golkar Kota Bekasi, harus diberi sanksi tegas,” pinta Elyas.
Sementara itu, Wakil Ketua PDK Kosgoro 57 Kota Bekasi Iksan Nurdjamil mengatakan, Partai Golkar Kota Bekasi sudah memiliki ketua dan pengurus periode 2020 – 2025 melalui proses pemilihan sesuai aturan juklak 2 /DPP/GOLKAR/II/2020, dipilih oleh pemegang hak yang sah sesuai surat keputusan Mahkamah Partai Golkar No. B-110/MP – GOLKAR/X/2021 dan dilantik oleh Plt. Ketua DPD Golkar Jawa Barat TB. Ace Hasan Syadzily pada 5 November 2021 lalu.
Menurut dia, partai berlambang pohon beringin tersebut sudah siap berlari menyambut agenda politik tahun 2024 nanti yaitu pemenangan kursi di parlemen, pilkada dan mengusung Airlangga Hartato menjadi Presiden.
“Sejarah tidak bisa dilupakan, dulu Nofel bikin gaduh DPP Golkar. Bahkan gedung DPP digembok pada saat Munas. Eh bikin gaduh lagi di Golkar Kota Bekasi, sekarang kalah mau menyalahkan DPD 1 Jawa Barat dan minta Plt ketua DPD 1 Jabar diganti,” imbuh Iksan.
Dikatakan Iksan, kalau kelompok Nofel merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil terkait dengan Musda Golkar Kota Bekasi, Iksan mempersilakan kelopok Nofel untuk menhajukan gugatan ke Mahkamah Partai (MP) dengan membawa bukti-buktinya.
“Bukan malah sebaiknya bikin Musda sendiri. Jangan-jangan nanti gugatan ditolak MP malah minta ganti juga ketua umum Partai Golkar,” sindir Iksan.
Oleh karenanya ia meminta kepada semua pihak untuk mematuhi keputusan partai bahwa semua kader harus bersatu untuk menang di bawah komando Ade Puspitasari sebagai ketua DPD Golkar Kota Bekasi
“Dulu Nofel desak agar Plt Golkar Kota Bekasi minta diganti. Terus sekarang Plt Jabar dia minta ganti. Apa nanti Ketum Golkar juga maunya Nofel harus diganti,” sindirnya lagi. (red)






