DPR Tak lagi Jadi Lembaga Terhormat

- Editor

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah anggota legislatif saat berjoget usai menggelar sidang bersama presiden Prabowo. (Ist)

Sejumlah anggota legislatif saat berjoget usai menggelar sidang bersama presiden Prabowo. (Ist)

Oleh: Yusuf Blegur

DPR telah lama menjadi stempel kekuasaan bagi kejahatan entitas politik legislatif dan yudikatif. Dari gedung parlemen berubah menjadi layaknya bangunan margasatwa. Habitat legislator Senayan sepertinya memang pantas disebut kebun binatang

Warga Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya kini bisa bergembira karena sudah ada kebun binatang baru di daerah Senayan. Kawasan populasi hewan di Senayan menambah daftar kebun binatang yang sudah ada sebelumnya, yakni Kebun Binatang Ragunan di bilangan Jakarta Selatan.

Sebelumnya, kawasan tertentu di daerah Senayan itu menjadi tempat orang-orang terhormat dan terpercaya yang mewakili rakyat Indonesia. Orang-orang pilihan yang disumpah atas nama Tuhan dan berjanji mengemban amanat rakyat. Suaranya, kebijakannya bahkan seluruh hidupnya sudah tertuang dalam konstitusi mengedepankan kepentingan rakyat.

Namun apa lacur yang terjadi pada anggota dewan perwakilan rakyat. Seiring waktu secara perlahan namun pasti terus bertransformasi dari manusia mulia menjadi aneka binatang. Bukan binatang dalam wujud fisik, melainkan sifat dan watak yang tergambar dari ucapan, pola pikir dan perilakunya. Kebenaran dan keadilan sulit terasa bahkan sekedar mencium aromanya di tempat wakil rakyat itu. Distorsi penyelenggaraan negara terlalu sering berujung sah dan resmi melalui sidang parlemen.

Entah kegembiraan atau kesedihan yang menyakitkan. Kehadiran kebun binatang ragunan itu bisa saja menjadi tontonan dan hiburan yang menyenangkan bagi rakyat. Dengan pelbagai atraksi dan keluconnya, mereka tak kalah dengan penampilan badut dan hewan sirkus. Dalam gempuran pajak yang eksploitatif, kemiskinan yang menyelimuti dan napas sesak menahun rakyat, DPR justru menari-nari, sumringah dan terbahak-bahak penuh kebahagiaan. Terus melahirkan nelangsa rakyat seraya meminta tambahan gaji dan fasilitas anggota dewan.

Baca Juga:  Wakil Bupati Bogor Tegaskan ke Jajaran Jangan Lagi Suap BPK

Manusia-Manusia yang diangkat status sosial dan derajatnya karena mewakili amanat rakyat itu justru kerap tidur, bercanda dan berjoget ria kegirangan di tengah kesengsaraan dan penderitaan rakyat yang pilu dan menyayat. Orang-Orang berpendidikan yang menyandang gelar pendusta, tuna etika dan cacat moral, hidup glamor dengan banyak previllage.

Kelucuan yang sama sekali tak lucu, bahkan memuakkan dan teramat menyakitkan. Semestinya sebelum menjadi binatang, mereka harusnya menjadi pemimpin yang amanah. Dengan gaji dan fasilitas mewah yang menggiurkan mereka berkewajiban menyuarakan hati nurani rakyat, bukan sebaliknya mengkhianati dan menyakiti rakyat.

Tapi apa boleh dikata, meski dilahirkan dari rahim rakyat, mereka tumbuh besar dengan kelainan kemanusiaan. Tanpa hati dan akal yang tunduk pada Tuhan. Merekalah yang punya mata dan telinga tapi tak mau melihat dan mendengar keluhan rakyat dan perintah Tuhan, tak ubahnya binatang ternak bahkan lebih sesat lagi. Mengabaikan kebenaran dan keadilan, menjadi orang-orang yang tergolong lalai. Mereka yang kini menjadi penghuni Kebun Binatang Senayan.

Penulis: Mantan Presidium GMNI 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Nurani di Ujung Jabatan
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Seandainya Jokowi Itu Messi
Arogansi di Kantor DLH Kabupaten Bekasi: Ketika Pejabat Lupa Siapa yang Menggajinya
Kantor Dinas LH Adalah Ruang Publik-Bukan Istana Tertutup
Pasca Putusan MK: Siapkah MPR Bergerak Produktif dan Berintegrasi?
Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia
Bengawan Kejaksaan: Tindakan Disiplin dari Tingkat Pusat Hingga Daerah

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Nurani di Ujung Jabatan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Seandainya Jokowi Itu Messi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Arogansi di Kantor DLH Kabupaten Bekasi: Ketika Pejabat Lupa Siapa yang Menggajinya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kantor Dinas LH Adalah Ruang Publik-Bukan Istana Tertutup

Berita Terbaru

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB