E-Tol Bakal Diganti Dengan MLFF, Pengendara Tak Lagi Antre Transaksi di Gerbang Tol 

- Editor

Minggu, 22 Mei 2022 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gerbang tol Ciawi                 sumber foto: Google

gerbang tol Ciawi sumber foto: Google

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah akan memberlakukan sistem pembayaran tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF) untuk penggunaan di jalan tol. Teknologi MLFF ini nantinya akan menggantikan pembayaran uang elektronik atau e-toll sebagai alat pembayaran jalan tol. 

Sistem baru tersebut dapat membuat pengendara jalan tol tidak perlu lagi berhenti untuk melakukan tapping kartu e-toll saat melakukan pembayaran. 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan jika nantinya sistem transaksi MLFF akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2022. 

“Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik,” ujarnya seperti dalam keterangan tertulis BPJT baru-baru ini. 

Selain dapat memudahkan pembayaran jalan tol, sistem MLFF diharapkan juga akan mengurangi tingkat kemacetan di gerbang tol. 

“Selain memudahkan pengguna jalan karena bayar tol tanpa hambatan, informatif, aman, nyaman dan berkelanjutan dan juga dapat meningkatkan efisiensi pendapatan tol,” ungkap Danang. 

Dilansir dari laman BPJT, MLFF adalah transaksi pembayaran tol yang dilakukan dalam kecepatan normal dengan menggunakan teknologi nirsentuh. Pada saat melakukan pembayaran di gerbang tol, pengemudi biasanya akan membutuhkan waktu untuk membuka kaca kendaraan kemudian melakukan tapping e-toll. 

Namun, dengan adanya MLFF pengguna tol tidak perlu lagi berhenti apalagi mengantre untuk melakukan pembayaran di gerbang tol. Nantinya, saat kendaraan melewati pintu tol, saldo uang elektronik yang ada pada aplikasi di ponsel akan langsung terpotong. 

Sistem MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satelit System (GNSS) yang memungkinkan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone dan dibaca melalui satelit. 

Penggunaan e-toll dapat mempersingkat waktu transaksi pembayaran tol menjadi 4 detik, dibandingkan pembayaran manual yang memerlukan waktu 10 detik. Tapi dengan sistem MLFF dapat membuat waktu transaksi menjadi nol detik dan menghilangkan waktu antrean pembayaran. 

Manfaat lain dari sistem ini adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan. Teknologi ini telah sukses diterapkan di beberapa negara, karena dapat menjadi solusi untuk memudahkan pengguna jalan tol serta mengurangi kemacetan pada jam-jam padat. 

Pengguna jalan tol diyakini akan mendapatkan sejumlah manfaat dengan adanya sistem MLFF, seperti meminimalisi waktu transaksi di gerbang tol. 

Baca Juga:  Bank DKI Raih Penghargaan Best PR in Digital Transformation

Walaupun begitu, transisi penerapan sistem MLFF akan berdampak signifikan terhadap bisnis uang elektronik perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk mengakui jika wacana perubahan sistem pembayaran jalan tol akan berdampak pada kinerja bisnis uang elektronik BRI yaitu Brizzi. 

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, jika jenis transaksi pembayaran tol dan transportasi mendongkrak bisnis transaksi Brizzi. Pada kuartal 1-2022, BRI mencatatkan total transaksi uang elektronik mencapai Rp 1 trilliun. 

“(Peralihan menuju MLFF) tentu akan memengaruhi kinerja Brizzi, mengingat saat ini penggunaan di tol dan transportasi mendominasi pemakaian Brizzi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Kamis (19/5/2022)

Hal yang sama diutarakan oleh EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn. Hera mengakui jika pembayaran jalan tol menjadi salah satu jenis transaksi terbesar uang elektronik BCA yakni Flazz. Hingga April 2022, bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatat jika frekuensi transaksi Flazz mencapai 207 juta transaksi. 

“Perseroan akan mengkaji semaksimal mungkin ruang gerak kebijakan tersebut terhadap komitmen memberikan nilai tambah dan layanan yang optimal bagi segenap nasabah dan masyarakat,” jelas Hera. 

Siasat bank menjaga transaksi elektronik Diketahui BCA juga berencana menambah kerja sama penjualan dan memperluas acceptance Flazz, sehingga penggunaan kartu Flazz yang beredar dapat digunakan secara maksimal. 

Selain itu, untuk dapat mempertahankan minat nasabah dalam penggunaan Flazz, BCA akan menawarkan kemudahan bertransaksi dan top up Flazz melalui BCA mobile. 

“Kami berharap nasabah setia dapat memanfaatkan Flazz sebagai salah satu alat pembayaran untuk mendukung gerakan nontunai dan cashless society,” ucap Hera. 

Sementara itu, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan jika sistem terbaru tersebut akan berdampak langsung terhadap penggunaan Mandiri e-Money. 

Namun, Thomas tetap optimis jika nantinya transaksi e-Money akan tetap tinggi, karena transaksi uang elektronik semakin luas di masyarakat. 

Saat ini e-Money tidak hanya dimanfaatkan untuk pembayaran jalan tol, melainkan juga pembayaran moda transportasi, parkir, dan jaringan merchant peritel besar. 

“Kami tetap meyakini bahwa kebutuhan masyarakat dan transaksi uang elektronik yang cepat dan mudah akan tetap tinggi,” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama
Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali
Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara
Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik
Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis
On Point Media Sukses Gelar Lokafest Surabaya, Dorong UMKM Manfaatkan Inovasi dan Teknologi
Agus Wahid: Reshuffle Prabowo Paradoks, Copot Purbaya hingga Mutasi Sigit dan Dudung
Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Energi Resmi Dibentuk, Target PLTS 100 GWp Jadi Ujian Awal

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:50 WIB

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis

Berita Terbaru