JAKARTA, Mediakarya – Jumlah kasus varian Delta di Indonesia mencapai 2.945. Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 6.734 spesimen virus SARS-CoV-2.

“Varian Delta dengan jumlah 2.945 ditemukan di seluruh provinsi Indonesia,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/9).

Dikabarkan dari merdeka, selain varian Delta, pemerintah mengidentifikasi 65 varian Alpha, 22 varian Beta dan 1.772 varian lokal B.14662. Hingga saat ini, kata Nadia, pemerintah belum mendeteksi adanya varian baru selain Delta, Alpha, Beta dan B.14662.

“Kami sampaikan varian-varian lain seperti Lambda, Mu, R.1 atau C.1.2 maupun varian lainnya belum ditemukan di negara kita,” tegasnya.

Nadia menambahkan, pemerintah terus melakukan whole genome sequencing terhadap sampel virus SARS-CoV-2. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk transmisi dalam negeri tapi juga dari luar negeri.

“Kita juga akan terus berkonsultasi dengan WHO untuk memperbarui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi dan menyebar di Indonesia,” tambahnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan ini mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan. Pada pekan ini, kasus Covid-19 menurun sebesar 26 persen dan kematian menurun 37 persen.

“Namun, masih ada provinsi yang mencatatkan insiden dan angka kematian relatif tinggi yaitu provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.(qq)

By ATH1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *