Ketimpangan Brebes Utara-Selatan Menganga, Direktur Daksinapati UI: Pusat Ekonomi Hanya Terpusat di Pantura

- Editor

Selasa, 29 September 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendung Notog di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu,  Brebes. (Sumber Foto: Suara Merdeka)

Bendung Notog di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes. (Sumber Foto: Suara Merdeka)

BREBES, Mediakarya – Direktur Program Daksinapati Universitas Indonesia, Agus Wahid, menyoroti terkait dengan ketimpangan pembangunan di Pemerintahan Kabupaten Brebes, antara wilayah Brebes Utara dan Brebes Selatan.

Menurut Agus, ketimpangan tersebut terjadi karena pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur lebih terpusat di jalur Pantura yang berada di wilayah utara.

“Ketimpangan pembangunan antara Brebes Utara dan Brebes Selatan terjadi karena pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur lebih terpusat di jalur Pantura wilayah utara. Sementara wilayah selatan tertinggal,” ujar Agus Wahid, kepada Mediakarya di Brebes, Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, wilayah utara Brebes yang dilintasi Jalur Pantura mendapatkan limpahan investasi, akses logistik, industri, dan fasilitas publik yang jauh lebih lengkap.

Sedangkan wilayah selatan yang secara geografis berupa perbukitan dan pertanian, minim sentuhan infrastruktur strategis.

“Di utara ada kawasan industri, akses jalan nasional, pelabuhan terdekat, dan pusat perdagangan. Di selatan, masyarakat masih bergulat dengan akses jalan yang terbatas, irigasi yang belum optimal, dan minimnya pusat ekonomi baru,” katanya.

Baca Juga:  ITPLN Berbenah Total, Target 3 Besar Kampus Swasta Terbaik

Agus menilai, kondisi ini menciptakan kesenjangan sosial-ekonomi yang nyata. Indeks pembangunan manusia, angka kemiskinan, hingga kesempatan kerja di Brebes Selatan jauh tertinggal dibanding Brebes Utara.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pemerataan pembangunan dengan strategi pembangunan berbasis kawasan.

“Harus ada kebijakan afirmatif untuk Brebes Selatan. Bangun pusat pertumbuhan baru, perkuat infrastruktur konektivitas selatan-utara, kembangkan agroindustri dan pariwisata berbasis pegunungan, serta alokasikan anggaran yang berkeadilan,” tegasnya.

Menurutnya, jika tidak segera ditangani, ketimpangan tersebut berpotensi memicu urbanisasi berlebihan ke wilayah utara, konflik sosial, dan memperlebar jurang kesejahteraan.

“Pembangunan Brebes tidak boleh Jawa Sentris atau Pantura Sentris. Brebes harus dibangun secara utuh dari utara sampai selatan,” pungkas Agus Wahid. (Agung)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selisih 121 Suara, Warga Tamansari Pertanyakan Hasil Pilkades di TPS 14
Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan
Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT
Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba
Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan
Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:37 WIB

Ketimpangan Brebes Utara-Selatan Menganga, Direktur Daksinapati UI: Pusat Ekonomi Hanya Terpusat di Pantura

Selasa, 29 September 2026 - 06:48 WIB

Selisih 121 Suara, Warga Tamansari Pertanyakan Hasil Pilkades di TPS 14

Minggu, 27 September 2026 - 07:11 WIB

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT

Jumat, 25 September 2026 - 18:10 WIB

Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba

Berita Terbaru

Bahan Baku Pasar Tradisional

Nasional

Harga Pangan Meroket Cabe Merah Tembus Hampir 100 Ribu

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:17 WIB