KPJ Dukung PJLP Goes To Campus

Amos melihat begitu besarnya persaingan mendapatkan pekerjaan di Jakarta saat ini.

“Dan juga begitu sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai ilmu jurusan pendidikan yang telah dipelajarinya. Hingga pekerjaan apapun saat ini, suka tidak suka akan menjadi pilihan pahit, untuk dapat bertahan memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Pendapat seorang akademisi, Dosen Administrasi publik di Universitas Prof. Dr. Moestopo ( Beragama ), Lukman Hakim Piliang menilai peningkatan SDM tentu di mulai dengan pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal.

“Di sini lah peran dan tanggung jawab pemerintah ikut serta dalam memperbaiki kualitas SDM pegawainya guna memperkuat mindset dan culture set dalam bekerja memberikan pelayanan publik,” ujarnya.

Seperti diketahui, PJLP merupakan tenaga kerja non-ASN yang direkrut oleh instansi pemerintah (terutama Pemprov DKI Jakarta) melalui mekanisme kontrak untuk membantu tugas operasional atau pelayanan publik di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti petugas kebersihan (Pasukan Oranye/Biru), administrasi, layanan kesehatan, atau tugas lapangan lainnya, sebagai solusi kekurangan ASN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *