KPU Lembata Utamakan Distribusi Logistik ke Daerah Terjauh

- Editor

Minggu, 28 Januari 2024 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WULANGGITANG, NTT, Mediakarya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengutamakan pendistribusian logistik untuk daerah tersulit, terjauh, dan terpencil di kabupaten itu.

“Yang diutamakan kecamatan-kecamatan terjauh, sudah kami petakan, jadi distribusi lewat darat dan laut,” kata Ketua KPU Lembata, Elias Kaluli Making dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Minggu.

KPU Lembata telah melakukan pemetaan daerah tersulit, terjauh atau terpencil.

Ada beberapa desa, di antaranya Desa Nilanapo Kecamatan Omesuri, Desa Tobotani Kecamatan Buyasuri, dan begitu juga ada di beberapa desa di Atadei, Nagawutung, dan Nubatukan.

Distribusi logistik ke daerah terjauh itu menggunakan alat angkut darat baik mobil dan ojek. KPU Lembata juga menggunakan tenaga pikul pada beberapa titik yang tidak bisa dilewati kendaraan.

Sedangkan pengiriman menggunakan kapal motor dilakukan untuk distribusi logistik ke Desa Tobotani di Kecamatan Buyasuri.

Baca Juga:  Kementerian PANRB Minta Laporkan ASN yang Tak Netral di Pemilu 2024

Elias menjelaskan pendistribusian logistik ini dilakukan secara berjenjang, dimulai dari KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan selanjutnya PPK ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) atau Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melansir dari antara, pendistribusian logistik dilakukan hingga minimal tiga hari sebelum pemilu. Sedangkan untuk logistik kotak suara, kata Elias memang terbuat dari berbahan duplex yang tahan terhadap air.

Untuk lebih menjamin keamanan pengiriman terutama di tengah kondisi musim hujan saat ini, KPU pun melapisi atau menyiapkan pembungkus berupa kertas transparan.

Adapun KPU Lembata juga sudah memetakan TPS dengan kesulitan sinyal hingga jaringan listrik dan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan PLN. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Berita Terbaru