Ia optimistis, jejaring global yang telah dibangun GINEST ITPLN menjadi modal kuat bagi ITPLN untuk tampil sebagai perguruan tinggi terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia nuklir nasional.
“Saat ini belum ada perguruan tinggi lain yang memiliki posisi dan pengalaman seperti ITPLN. Ketika kebijakan nuklir resmi ditetapkan melalui keputusan presiden, saya berharap ITPLN bisa menjadi leader dalam pengembangan SDM dan kepemimpinan nuklir di Indonesia,” tegasnya.
Menurut Prof. Iwa, keterlibatan ITPLN dalam Japan–US Training Program on Responsible Use of SMR Technology for Indonesia merupakan bukti pengakuan internasional terhadap kapasitas dan eksistensi ITPLN di sektor energi masa depan. Informasi riset dan program ITPLN dapat diakses melalui laman resmi www.itpln.ac.id.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GINEST ITPLN Nadia Paramita menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak berfokus pada aspek teknis desain reaktor secara detail, melainkan pada tata kelola dan pemanfaatan teknologi SMR yang aman dan bertanggung jawab.
“Pelatihan ini menekankan responsible use teknologi SMR, mulai dari aspek keselamatan, regulasi, hingga penerimaan publik. Bukan hanya bagaimana reaktor bekerja, tetapi bagaimana teknologi nuklir digunakan secara aman, transparan, dan patuh terhadap aturan,” ujar Nadia.




