Mencoba Jaga Presiden Prabowo dari Risiko Fiskal Bernama Danantara

Gedung Danantara (Ist)

Oleh: Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW)

Di negeri ini, tidak ada yang lebih cepat menyebar selain sebuah klaim besar. Terutama jika klaim itu datang dari lembaga yang memegang uang negara, atau uang yang dipisahkan dari negara, tapi tanpa dokumen yang bisa diuji publik. Danantara adalah salah satunya.

Sejak kemunculannya, lembaga ini tampil sebagai wajah baru investasi Indonesia, yakni muda, agresif, hijau, futuristik. Mereka berbicara tentang modal asing, investor global, pipeline proyek, infrastruktur hijau, pendanaan cerdas.

Tapi ketika publik menengok ke neracanya, jawabannya sunyi. Yang terdengar justru gemuruh lain:

  • Standby loan untuk kereta cepat Whoosh.
  • Rencana talangan untuk proyek-proyek WtE.
  • Klaim raksasa tentang investor, itu tanpa rincian nama, nilai, atau wiring capital.
  • Pemanggilan 17 kantor akuntan publik, ini sebuah tindakan yang tidak lazim bagi lembaga investasi mana pun.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menata ulang tata kelola negara, Danantara berdiri sebagai teka-teki, apakah ia alat pembangunan masa depan, atau malah jadi bom waktu fiskal berikutnya?

Klaim investasi, heboh di panggung, sepi di neraca

Danantara berulang kali mengatakan bahwa banyak investor global berminat. Kalimatnya beragam:

“Puluhan investor sedang menjajaki kerja sama…”; “Ada pipeline investasi triliunan rupiah…”; “Banyak negara ingin menanamkan modal…”

Kalimat-kalimat itu indah. Tapi dalam audit, keindahan tidak diperbolehkan. Yang boleh hanya angka. Apa yang kita temukan?

  1. Tidak ada daftar investor yang dipublikasikan.
  2. Tidak ada kontrak bertanda tangan dua pihak yang dipublikasikan.
  3. Tidak ada laporan audited tentang nilai dana yang masuk.
  4. Tidak ada ROI yang diumumkan secara publik.

Dengan kata lain: “Klaim besar tidak sama dengan modal besar. Danantara saat ini lebih banyak berbicara daripada menghitung.”

Mengukur kebenaran klaim investigasi

Alat uji IAW yang digunakan tidak bisa dibohongi, sebab secara global, klaim investasi hanya valid jika masuk salah satu dari tiga kategori ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *