JAKARTA, Mediakarya – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek akan semakin efisien dengan beroperasinya jalur layang (elevated track) di Statiun Manggarai. Hal ini disampaikan Budi Karya saat meninjau jalur layang di Stasiun Manggarai Jakarta, Minggu (26/9).
“Pengoperasian pembangunan jalur layang Stasiun Manggarai diharapkan menambah efisiensi waktu perjalanan kereta komuter maupun perjalanan kereta jarak jauh,” kata Budi Karya dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (26/9).
Dilansir dari antara, ia mengaku senang proyek tersebut bisa tetap berjalan dan diselesaikan di tengah pandemi Covid-19. Budi menyebut kehadiran jalur layang ini akan menciptakan angkutan massal perkotaan yang terintegrasi dan dapat diandalkan.
Proyek jalur layang ini merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur double-double track/dwi ganda Manggarai – Cikarang yang dibangun secara terintegrasi untuk kereta komuter Jabodetabek maupun kereta api jarak jauh.
Menurut dia, saat ini wajah Stasiun Manggarai semakin menarik dan mirip dengan stasiun di luar negeri seperti Jepang yang bersih, modern, seeta memiliki layanan yang semakin baik. Selain itu, fasilitas Stasiun Manggarai yang memiliki 2 lantai ini telah dilengkapi dengan eskalator, lift disabilitas, maupun tangga manual.
“Pada hari Senin (27/9) akan menjadi waktu puncak/ peak hour perjalanan kereta komuter terutama Bogor-Jakarta. Jumlah penumpang bisa mencapai 350 ribu orang/hari terutama jalur dari Bogor menuju Jakarta Kota,” ujar Budi.
“Kami mohon agar rekan-rekan media dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat, bahwa penumpang yang transit di Manggarai bisa langsung ke lantai 2 untuk lintas Bogor-Jakarta atau sebaliknya,” sambungnya.
Dia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditjen Perkeretaapian yang telah menyelesaikan pembangunan jalur layang ini dengan baik. Budi juga mengingatkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator dapat menjalankan sarana perkeretaapian Manggarai dengan lebih baik dan efisien.
Sementara itu, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi adanya penyesuaian jalur KRL di Stasiun Manggarai. Adapun untuk peron (tempat menunggu kereta) KRL lintas Jakarta-Depok/Bogor atau sebaliknya sudah tidak lagi di bawah tetapi pindah ke lantai 2 (dua) Stasiun Manggarai.
Ia menjelaskan, di lantai 2 terdapat beberapa jalur. Untuk jalur nomor 10 dan 11 adalah untuk lintasan KRL yang menuju Jakarta Kota, sementara jalur nomor 12 dan 13 adalah untuk lintasan KRL menuju Depok-Bogor.
“Kami memohon kepada para penumpang komuter untuk bekerjasama menerapkan protokol kesehatan di dalam KRL. Jika sudah penuh, agar naik di waktu berikutnya karena penambahan jalur layang ini turut menambah jumlah perjalanan KRL secara signifikan,” tutur Didiek.(qq)






