BBM RON 98 Naik,Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli dan Cegah Efek Domino

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya RON 98 (Pertamax Turbo) dan diesel non-subsidi, menjadi perhatian Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI).

Ketua BPKN RI, Mufti Mubarok, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi masih tergolong wajar karena mengikuti dinamika pasar global. Meski demikian, pemerintah diminta tetap siaga terhadap potensi dampak lanjutan bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi situasi geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah,” ujar Mufti, Senin (20/4).

BPKN menilai kenaikan harga BBM RON 98 belum berdampak langsung terhadap masyarakat menengah ke bawah. Hal ini karena BBM subsidi seperti Pertalite dan solar masih dipertahankan harganya.

Selama harga BBM subsidi tetap stabil, kondisi ekonomi masyarakat bawah dinilai masih relatif aman dan tidak memicu kepanikan.

Efek Domino Perlu Diwaspadai

Namun, BPKN mengingatkan adanya potensi efek domino dari kenaikan BBM non-subsidi. Biaya operasional sektor industri dan logistik berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berisiko memicu inflasi yang dapat menekan daya beli masyarakat secara luas.

Langkah Pemerintah Dinilai Realistis

BPKN memandang kebijakan kenaikan BBM non-subsidi sebagai langkah realistis di tengah tekanan global. Lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut.

Fenomena ini juga terjadi di berbagai negara yang menyesuaikan harga energi mengikuti mekanisme pasar internasional.

Baca Juga:  Pemerintah Serap Rp2,19 Triliun dari Lelang Tambahan Sukuk Negara

Daya Beli Harus Tetap Dijaga

Meski kondisi daya beli masyarakat saat ini masih relatif stabil, pemerintah diminta untuk terus menjaga keseimbangan harga di pasar. Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi kunci agar dampak kenaikan BBM tidak meluas.

Pengawasan terhadap distribusi dan harga di lapangan juga perlu diperkuat guna mencegah spekulasi yang merugikan konsumen.

Cegah Peralihan Konsumsi BBM

BPKN turut menyoroti pentingnya menjaga segmentasi konsumen BBM. Kenaikan harga RON 98 diharapkan dapat mencegah peralihan konsumsi dari kelompok mampu ke BBM dengan harga lebih rendah.

Jika peralihan ini terjadi secara masif, maka beban subsidi negara berpotensi meningkat dan tidak tepat sasaran.

Perlu Pengawasan dan Transparansi

Sebagai langkah mitigasi, BPKN mendorong pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi, antara lain melalui:

  • Penguatan pengawasan distribusi BBM subsidi
  • Transparansi penetapan harga BBM non-subsidi
  • Pengendalian inflasi dari sektor logistik
  • Pengembangan transportasi publik dan efisiensi energi

BPKN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan energi agar tetap berpihak pada kepentingan konsumen.

Sektor Energi Masih Dominasi Aduan

Dalam catatan BPKN, sektor energi termasuk BBM dan listrik masih menjadi salah satu sumber utama pengaduan masyarakat. Permasalahan yang sering dikeluhkan mencakup fluktuasi harga, distribusi yang belum merata, serta kualitas layanan.

Hal ini menjadi indikator bahwa kebijakan energi harus mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi dan perlindu (pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
Rupiah Murah, Rasuah Meriah
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:17 WIB

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:33 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB