Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

- Editor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, Mediakarya – Polemik jelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.

Para senior Partai Beringin diharapkan turun tangan untuk mendinginkan suasana di tengah mencuatnya perang dingin antara kubu Ketua DPD Golkar Kota Bekasi petahana Ade Puspitasari dengan kubu Ranny Fahd Arafiq.

Pengamat politik dari Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, menilai eskalasi konflik antar kedua kubu jelang Musda pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi tersebut semakin mengkhawatirkan dan butuh jalan tengah.

Menurutnya, jika persaingan langsung antar kedua figur dipaksakan, maka akan meninggalkan gesekan dan luka politik jangka panjang yang merugikan partai.

“Jelang Musda Golkar Kota Bekasi ini situasinya sudah perang dingin. Senior partai harus turun mendinginkan suasana, jangan dibiarkan persaingan ini memecah partai,” ujar Iskandarsyah kepada Mediakarya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Usulan Figur Kuda Hitam

Untuk meredam konflik tersebut, Iskandar mengusulkan perlunya figur kuda hitam sebagai solusi penengah.

Kehadiran figur kuda hitam dinilai dapat mendinginkan suasana, mengalihkan fokus dari benturan ego kelompok, serta mendorong konsolidasi gagasan untuk kepentingan partai yang lebih besar.

“Kuda hitam idealnya merupakan kader senior yang dihormati atau sosok profesional dari internal partai yang netral dan tidak punya resistensi tinggi dari kubu manapun,” jelasnya.

Ia menilai, baik Ade Puspitasari maupun Ranny Fahd Arafiq merupakan figur yang memiliki resistensi tinggi di internal maupun eksternal akibat kasus hukum yang menjerat keluarganya.

Baca Juga:  Wow, Lembaga Survei Ini Tempatkan Bahlil Posisi Kedua Menteri Terbaik di Pemerintahan Prabowo

Etos Indonesia Institute bahkan menyebut keduanya memiliki sandera politik. Baik Ade maupun Ranny merupakan figur yang memiliki sandera politik akibat kasus korupsi yang menjerat keluarganya.

“Ade merupakan putri dari Rahmat Effendi yang merupakan terpidana korupsi dalam kasus suap, sementara Ranny merupakan istri dari Fahd Arafiq, yang sudah tiga kali jadi tersangka korupsi,” ungkap Iskandar.

Iskandar menegaskan, jika salah satu dari kedua figur tersebut tetap dipaksakan terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, maka dipastikan akan menjadi bahan gorengan isu politik yang dimanfaatkan oleh lawan politik.

“Ke depan, jika salah satunya terpilih dipastikan jadi gorengan isu politik bagi rivalitasnya. Ini tidak sehat untuk partai,” katanya.

Oleh karena itu, ia menekankan netralitas pemimpin baru sangat krusial agar energi partai tidak habis untuk konflik internal, sehingga persiapan menghadapi agenda pemilihan umum tetap berjalan optimal.

“Netralitas pemimpin baru sangat krusial. Figur kuda hitam yang netral bisa menjadi solusi agar Golkar Kota Bekasi tetap solid dan fokus menatap Pemilu, bukan sibuk dengan konflik internal,” tutup Iskandar.

Hingga berita ini diturunkan, baik kubu Ade Puspitasari maupun Ranny Fahd Arafiq belum memberikan tanggapan resmi terkait wacana figur kuda hitam tersebut. (Pri)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA
Prof Siti Zuhro Usul Sekda Jadi Pj Kepala Daerah Jelang Pemilu Lokal 2031
Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik
Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis
GNK Soroti Komposisi Wantimpres, Singgung Gaya Komunikasi Rocky Gerung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA

Berita Terbaru