Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Masa pandemik Covid-19 masih dirasakan oleh kalangan pengusaha terutama pada skala mikro seperti tukang bakso. Ketua Paguyuban Mie ayam dan Bakso (Pabmiso) Maryanto SBY mengeluhkan minimnya stimulus dari pemerintah dalam perhatian kepada usaha kecil.

“Sesuai pidato bapak presiden Joko Widodo, bahwa serapan stimulus usaha mikro masih sangat minim , baru di angka lima persen, dan hingga saat ini kami belum pernah menerima,” katanya baru-baru ini.

Stimulus hanya diberikan kepada pengusaha tertentu dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah yang berhak menerima. Hal tersebut dirasakan tebang pilih terhadap pengusaha mikro lain.

“Tapi di situ ada kriteria yang berhak menerima, nah kalau tukang bakso ad cicilan motor gimna,” imbuhnya.

Seharusnya, pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan pada usaha mikro termasuk tukang bakso. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak berpatokan pada kriteria.

“Faktanya , kalau memang ada stimulus untuk usaha mikro ayo kita datangi warungnya kan pendataannya mudah lewat RT RW,  ketika bicara dampak, jelas semua orang  terdampak, kalau bicara usaha mikro, kita usaha mikro,” pungkasnya.

Ketimpangan dirasakan oleh para pelaku usaha mikro terkait dengan tidak meratanya stimulus yang digulirkan pemerintah. Ia berharap pemerintah dapat lebih adil dan tidak diskriminasi terhadap pelaku usaha kecil termasuk tukang bakso. (Mam)

By ATH1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *