Beranda / Pariwisata / UMKM / Pelaku UMKM Didorong Dapat Manfaatkan Ruang Digital Secara Total

Pelaku UMKM Didorong Dapat Manfaatkan Ruang Digital Secara Total

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah dinilai terus mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bertransformasi digital. Transformasi digital dianggap sangat penting untuk diadopsi, terlebih ketika referensi belanja masyarakat berubah sejak pandemi Covid-19.

Demikian mengemuka dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Optimalisasi Media Sosial Untuk Pemasaran UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (19/8).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dan Digital Marketer, Suciana Galih Prasti sebagai narasumber.

Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid mengatakan, UMKM sebagai ujung tombak perekonomian negara, sebaiknya harus bisa memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya.

“Di ruang digital, jangkauan pasarnya lebih luas hingga pelosok daerah. Makanya, pemanfaatan teknologi digital harus sampai ke masyarakat melalui UMKM-UMKM di Indonesia,” ujarnya.

Penggunaan jaringan berbasis internet ini, kata Meutya Hafid, dapat berguna untuk memasarkan dan mempercepat penjualan produk. Market di Indonesia sendiri merupakan pasar potensial.

“Untuk itu betapa pentingnya para pelaku UMKM agar bisa melek digital dan pentingnya literasi digital,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan, pesatnya perkembangan digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni.

“Literasi digital ini penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” katanya.

Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi.

“Oleh karena  itu, pemerintah menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Digital Marketer, Suciana Galih Prasti meyakini bahwa sosial media sangat berpengaruh dalam pemasaran produk. Bahkan kata Suciana, 92 persen konsumen lebih percaya rekomendasi dari pengguna lain di media sosial ketimbang dengan brand sebuah produk.

Dalam paparannya, Suciana juga memberikan tips bagaimana membuat konten promosi di media sosial. Menurut dia, yang paling baik adalah konten berupa pengalaman pribadi yang relevan dengan audience atau konsumen.

“Untuk materi konten atau foto konten juga harus jelas serta caption yang tidak terlalu panjang,” jelasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *