Pemkot Bekasi Gandeng Kabupaten Sumbawa Barat, Kelola Limbah Domestik

- Editor

Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (Kedua kiri), menerima kunjungan Bupati Sumbawa Barat

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (Kedua kiri), menerima kunjungan Bupati Sumbawa Barat

KOTA BEKASI, Mediakarya – Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menerima kunjungan dari Bupati Kabupaten Sumbawa Barat di Media Center Stadion Patriot Chandrabaga dalam rangka kegiatan “Twinning Program Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bekasi”.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi mengatakan, bahwa keputusan dalam pemanfaatan teknologi tidak lain untuk menjaga mutu air limbah domestik dan kelestarian alam, limbah dari home industri, apartmen dan restoran harus dikontrol dengan baik.

“Sekarang ini tidak hanya berbicara tentang mengelola tinja, tapi air limbah domestik secara keseluruhan yang berasal dari kegiatan usaha, restoran, home industry, apartemen, pusat perbelanjaan, harus dikontrol pembuangannya,” ungkap Tri.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, W. Musyafirin pun turut menjelaskan mengenai program unggulan Kabupaten Sumbawa Barat terkait 5 Pilar STBM.

Dijelaskan, bahwa program ini menitikberatkan pada pemberdayaan gotong-royong. Salah satu bentuk implementasi dari pemberdayaan gotong royong ini adalah penyediaan akses sanitasi yang layak melalui program Jambanisasi.

Baca Juga:  Mudahkan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Bogor Perkuat Sinergitas dengan Kantor Pelayanan Pajak

“Program Jambanisasi merupakan program unggulan dari agenda 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat terpilih 2016-2021. Fokus utama program ini adalah pembangunan jamban untuk rumah tangga miskin sebanyak 6.212 unit dan tersebar di 193 blok wilayah,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kannan Nadar dari UNICEF mengatakan, bahwa di Indonesia sebenarnya sudah banyak tersedia pasokan air bersih, namun masyarakatnya masih memilih untuk buang air sembarangan.

“Maka dari itu, banyak proses dalam meningkatkan akses pengelolaan sanitasi yang aman, diantaranya menyediakan intensif, mendevelop uniter yang menyediakan air limbah serta menyediakan pendanaan untuk septic tank yang sesuai standar,” jelasnya.

“Dengan adanya program ini, diharapkan adanya penyediaan sanitasi yang aman untuk daerah masing-masing antara Kabupaten Sumbawa dan Kota Bekasi. Diharapkan apa yang dilakukan dalam program 5 Pilar STBM dapat bermanfaat bagi Kabupaten Sumbawa Barat,” tutup Nadar. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pansel Godok 4 Nama Calon Sekda Kota Bekasi, Isu Kekerabatan dengan Wali Kota Mencuat
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Raih Juara 1 Pencak Silat, Siswa Terput Global 1 Dapat Apresiasi
Akses Ditutup Total, Proyek Jalan Burangkeng–Ciledug Bikin Pedagang Kehilangan Penghasilan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Pansel Godok 4 Nama Calon Sekda Kota Bekasi, Isu Kekerabatan dengan Wali Kota Mencuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Berita Terbaru