JAKARTA, Mediakarya – Presiden RI, Joko Widodo, meminta agar tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu. Hal ini mendapat respon dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Seperti dikutip dari Moeslimchoice.com, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang meminta harga tes PCR untuk diturunkan menjadi Rp 300 ribu dengan masa berlaku 1×24 jam.
Namun, kata Puan, hal tersebut masih akan membebani rakyat mengingat harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR saat ini.
“Masih ada tiket kereta api yang harganya dikisaran Rp75 ribu untuk satu kali perjalanan. Begitu pula dengan tiket bus AKAP dan kapal laut. Saya kira kurang tepat bila kemudian masyarakat pengguna transportasi publik harus membayar lebih dari 3 kali lipat untuk tes PCR,” tegas Puan.
Dalam hal ini, Puan sangat memahami kebijakan tes PCR. Menurutnya, semua pengguna moda transportasi bertujuan untuk mengantisipasi gelombang baru penyebaran Covid-19.
“Namun, hendaknya harga PCR jangan lebih mahal dari tiket transportasi publik yang mayoritas digunakan masyarakat saat ini,” pintanya.
Namun demikian, jika harga tes PCR masih lebih mahal dari tiket transportasi massal yang mayoritas digunakan masyarakat, dirinya khawatir akan terjadi diskriminasi terhadap masyarakat.
“Apakah artinya masyarakat yang mampu membayar tiket perjalanan, namun tidak mampu membayar tes PCR, lantas tidak berhak melakukan perjalanan?. Hak mobilitas warga tidak boleh dibatasi oleh mampu tidaknya warga membayar tes PCR,” tegasnya.
Selain itu, cucu Presiden pertama ini juga menyoroti fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang akan melakukan tes PCR jika kebijakan ini akan diberlakukan.
“Apakah fasilitas kesehatan di semua daerah sudah mumpuni jika tes PCR jadi syarat wajib di semua moda transportasi?. Ini harus betul-betul dipertimbangkan,” tandas Puan. (apl)






