Presiden Minta Harga Tes PCR Jadi 300 Ribu, Ini Respon Ketua DPR RI

- Penulis

Jumat, 29 Oktober 2021 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Presiden RI, Joko Widodo, meminta agar tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu. Hal ini mendapat respon dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Seperti dikutip dari Moeslimchoice.com, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang meminta harga tes PCR untuk diturunkan menjadi Rp 300 ribu dengan masa berlaku 1×24 jam.

Namun, kata Puan, hal tersebut masih akan membebani rakyat mengingat harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR saat ini.

“Masih ada tiket kereta api yang harganya dikisaran Rp75 ribu untuk satu kali perjalanan. Begitu pula dengan tiket bus AKAP dan kapal laut. Saya kira kurang tepat bila kemudian masyarakat pengguna transportasi publik harus membayar lebih dari 3 kali lipat untuk tes PCR,” tegas Puan.

Dalam hal ini, Puan sangat memahami kebijakan tes PCR. Menurutnya, semua pengguna moda transportasi bertujuan untuk mengantisipasi gelombang baru penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Luhut Jamin Pengembangan Lima Destinasi Super Prioritas tidak Mangkrak

“Namun, hendaknya harga PCR jangan lebih mahal dari tiket transportasi publik yang mayoritas digunakan masyarakat saat ini,” pintanya.

Namun demikian, jika harga tes PCR masih lebih mahal dari tiket transportasi massal yang mayoritas digunakan masyarakat, dirinya khawatir akan terjadi diskriminasi terhadap masyarakat.

“Apakah artinya masyarakat yang mampu membayar tiket perjalanan, namun tidak mampu membayar tes PCR, lantas tidak berhak melakukan perjalanan?. Hak mobilitas warga tidak boleh dibatasi oleh mampu tidaknya warga membayar tes PCR,” tegasnya.

Selain itu, cucu Presiden pertama ini juga menyoroti fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang akan melakukan tes PCR jika kebijakan ini akan diberlakukan.

“Apakah fasilitas kesehatan di semua daerah sudah mumpuni jika tes PCR jadi syarat wajib di semua moda transportasi?. Ini harus betul-betul dipertimbangkan,” tandas Puan. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
Timwas Haji DPR RI Ungkap Praktik Pungli Tawaf Jamaah Lansia di Mekkah
Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik
Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:09 WIB

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:48 WIB

Timwas Haji DPR RI Ungkap Praktik Pungli Tawaf Jamaah Lansia di Mekkah

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat

Berita Terbaru

Proses penyembelihan hewan kurban di Nias Selatan

Daerah

Idul Adha, Kapolres Nias Selatan Salurkan 8 Hewan Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:18 WIB

Yusuf Blegur, Analis Politik dari IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Opini

Membunuh Kebinatangan Manusia

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:47 WIB

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Prabowo Subianto (Poto: Ist)

Headline

Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:59 WIB