KOTA BEKASI, Mediakarya – Pemerintah Kota Bekasi dan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar kembali kegiatan vaksinasi untuk dosis kedua, yang berlokasi di Gedung Institut Stiami Kampus A, Jalan RA. Kartini, No. 10 Kota Bekasi pada Sabtu (13/11/21)
Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam hal membantu program Pemerintah dalam penanggulangan penyebaran virus Covid-19.
“Ini komitmen Institut STIAMI dalam memutus mata rantai virusnya di Kota Bekasi,” ucapnya, Sabtu (13/11/2021).
Sambung dia, kegiatan vaksinasi di Institut STIAMI ini juga sebagai wujud dari pengabdian masyarakat dalam hal mendukung kesehatan masyarakat agar terhindar dari paparan virus Covid-19.
“Boleh dibilang hal ini juga sebagai pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Institut STIAMI karena kami ingin dan sepakat ingin terlibat dalam mengakhiri penyebaran virusnya,” tambahnya singkat.
Pada kesempatan tersebut, dirinya mengajak kepada seluruh elemen yang ada serta warga Kota Bekasi untuk sepakat dan terlibat langsung dalam hal menghentikan penyebaran virusnya.
“Karena kalau kita tidak sepakat untuk menghentikan penyebaran virusnya, maka tidak akan ada berhenti virus tersebut,” ajaknya.
Selain menyediakan tempat vaksin, dirinya juga mengatakan, pihaknya akan memberikan reward langsung kepada Kota Bekasi yang mengikuti vaksinasi kali ini berupa beasiswa bagi mereka yang mendaftarkan diri langsung untuk meneruskan pendidikannya di Institut STIAMI.
“Bagi warga yang ikut di vaksin dan langsung mendaftarkan diri serta mempercayakan pendidikannya ke Institut STIAMI hari ini, akan kami berikan reward atau beasiswa bagi mereka,” ujarnya penuh semangat.
Di lokasi yang sama, Ketua Steering Committee GNIK, Dr. Yunus Triyonggo, MM. CAHRI memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Institut STIAMI yang turun langsung melakukan aksi pencegahan penyebaran virus Covid-19 melalui aksi nyata pemberian vaksin bagi warga Kota Bekasi maupun internal kampusnya sendiri.
Dirinya pun memberikan sedikit catatan dimana dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, maka harus sehat terlebih dahulu dan terhindar dari virusnya.
“Jika ingin menyediakan SDM yang unggul, ya mereka harus sehat juga dan langkah ini sudah dibuktikan oleh Institut STIAMI dengan penyelenggaraan vaksinnya,” tegas Yunus.
Dengan keterlibatan warga dalam vaksin tersebut, berarti tingkat kesadaran dan kewaspadaan mereka akan pentingnya menjaga kesehatan sudah sangat baik.
“Dengan ikut vaksinasi ini, maka tingkat kewaspadaan mereka sudah baik dan hal ini bisa menjadi landasan untuk kompeten di bidangnya mereka masing-masing melalui kesehatan yang dimilikinya,” ucap Yunus.
Yunus pun mengimbau kepada warga yang belum di vaksin, bahwa vaksinasi itu adalah hal yang lumrah dan normal dalam rangka memproteksi diri kita, jadi jangan ragu untuk di vaksin. Karena jika kita menyayangi diri sendiri, keluarga dan orang lain untuk tidak terkena virusnya, maka harus di vaksin.
“Vaksinasi adalah sesuatu keadaan bagi kita untuk memproteksi diri dari serangan virusnya dan itu penting bagi kita, dan jangan takut untuk di vaksin, karena kita bertanggungjawab kepada diri sendiri, keluarga serta orang lain yang kita sayangi,” paparnya.
Diana Prihadini, selaku Kepala Kampus Institut STIAMI Kampus Bekasi mengatakan, dalam kegiatan tersebut peserta vaksinasi ditargetkan pada mahasiswa Institut STIAMI, khususnya dan seluruh masyarakat Kota Bekasi.
“Sebagian besar merupakan peserta yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama tiga bulan yang lalu. Walaupun kegiatan vaksinasi dosis kedua, pelayanan serta perlakuan pada peserta vaksinasi tetap terjaga dengan baik dan optimal,” ungkap Diana.
Dalam proses pelaksanaan kegiatan vaksinasi tersebut, lanjut Diana, seperti halnya pada kegiatan sebelumnya dimana tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Bekasi Jaya dibantu oleh para dosen dan mahasiswa Institut STIAMI sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. (apl)






