Pemotongan Remunerasi Pegawai RSUD Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Angkat Bicara

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

KOTA BEKASI, Mediakarya –  Terjadi lagi kabar pemotongan tunjangan atau Remunerasi kepada sejumlah pegawai RSUD Casbullah Abdulmajid Kota Bekasi. Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto angkat bicara.

“Jadi ini kan seharusnya konstalasi relaksasi bahwa saat ini RSUD ada skitar terkait dengan jumlah tanggungan yang harus di tanggung oleh BLUD,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada media pada Kamis 8 Januari 2026.

Lebih lanjut Tri mengungkap bahwa ada kurang lebih sekitar 70 miliar yang memang harus di selesaikan terkait dengan proses operasional RSUD yang ada. Oleh karena itu, tentu ini harus dilakukan manajemen terkait dengan efesiensi, terkait dengan proses yang kemudian agar ada satu proses keberlanjutan terkait dengan operasional RSUD yang ada.

“Oleh karena itu sudah saya perintahkan kepada manajemen untuk melakukan langkah-langkah disesuaikan tentu dengan kondisi yang ada. Sehingga saya kira bagaimana itu pengurangan itu dilakukan terkait dengan jumlah TPP yang harus mereka keluarkan,” imbuhnya

“Nanti secara teknis saya nanti dari RSUD, tapi kebijakannya adalah secara umum bagaimana kita secara bersama-sama menanggulangi terkait dengan proses yang mungkin terjadi begitu lama,” katanya.

Baca Juga:  Masyarakat Mekarwangi Minta PT Bekasi Fajar Bangun Jalan Permanen ke Makam Mede

Jadi, kata Tri, tentu harus ada kontribusi yang dilakukan terkait dengan efisiensi yang dilakukan di internal tetapi juga tentu pemerintah daerah juga melakukan Chip In (Ikut serta).

Ia menyadari betul bahwa hari ini mengalami pengurangan terkait dengan dana transfer yang kurang lebih sekitar 250 miliar. Jadi harus dikerjakan secara bersama-sama dan gotong royong tentu kita lihat nanti prosesnya.

“Jadi kita tidak lagi melihat hutang yang tejadi tetapi bagaimana kita mencari solusi terkait dengan proses ini harus tetap berlanjut, sehingga tidak ada lagi kemudian adanya kejadian yang selalu berulang,” kata Tri.

Permalasahan tersebut biasanya terjadi pada saat bulan-bulan tertentu yang kemudian tidak adanya ketersediaan obat, penurunan kualitas.

“Tetap akan kita pertahankan kualitasnya sehingga warga masyarakat tentu tidak ragu kalau kemudian hari ini hadir dan kemudian berobat di RSUD,” pungkasnya. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

SMPN 4 Tambun Selatan Gelar “Temu Kangen Putih Biru 27 tahun SMPN Tambun Selatan 1999-2026”
Andika Wisnuadji Jalankan Instruksi AHY, Demokrat Bantu Warga Lewat Kurban
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Camat Onolalu Fasilitasi Musyawarah BPC Bamuspernis
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Polres Nias Selatan Masih Selidiki Pembakaran Base Camp PT GRUTI dan PT NAULI
Marak Obat Ilegal, Aliansi Masyarakat Bakal Demo Tiga Instansi di Bandung
Satpol PP Nias Selatan Tertibkan Pedagang Pasar Amandraya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:31 WIB

SMPN 4 Tambun Selatan Gelar “Temu Kangen Putih Biru 27 tahun SMPN Tambun Selatan 1999-2026”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:02 WIB

Andika Wisnuadji Jalankan Instruksi AHY, Demokrat Bantu Warga Lewat Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:54 WIB

Camat Onolalu Fasilitasi Musyawarah BPC Bamuspernis

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:18 WIB

Polres Nias Selatan Masih Selidiki Pembakaran Base Camp PT GRUTI dan PT NAULI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB