Ganjar Pranowo (Foto; net)

JAKARTA, Mediakarya – Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan relawan menyatakan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP, Ganjar Pranowo.

Di antaranya relawan ‘Sahabat Ganjar; yang melakukan deklarasi mendukung Ganjar untuk maju sebagai calon presiden 2024 di 17 negara. Deklarasi relawan ‘Sahabat Ganjar’ itu masif digelar untuk suksesi 2024. Teranyar mereka deklarasi di 17 negara dan 51 kota secara virtual.

Selain ‘Sahabat Ganjar’, relawan Jokowi Mania (JoMan) juga sudah lebih dulu menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.

Meski kini ada ancaman sanksi disiplin dari DPP PDIP, Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer mengaku tak bakal berhenti mendukung Ganjar.

”Sikap dukungan kami ke Mas Ganjar sedikit pun kami rasa tidak berubah. Ini tekad bulat kami ini sebuah pilihan yang kami pertanggungjawabkan,” katanya.

Dia pun menyebut sikap PDIP adalah urusan internal partai. Dia menegaskan JoMan tidak terkait partai apapun sehingga berhak mendukung Ganjar.

“Kami bukan kelompok partisan juga kami bukan kader partai. Kalau pun kader partai, mereka juga punya hak menentukan bangsa ini, kemudian memimpin bangsa ini ke depan,” ujar Noel.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tidak segan-segan memecat kadernya yang yang ikut terlibat dalam deklarasi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) 2024 sebelum partainya secara resmi memutuskan kandidat yang diusungnya di Pilpres 2024.

”Partai akan menegakkan disiplin tersebut dengan memberi sanksi organisasi,” kata Hasto dalam keterangan resminya, Selasa (21/9/2021).

Hasto menegaskan penentuan Capres-Cawapres 2024 yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih itu adalah hak prerogatif Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri.

PDIP telah memberikan kewenangan dan mandat terkait penetapan Capres dan Cawapres 2024 kepada Megawati berdasarkan hasil Kongres V PDIP yang digelar pada 2019 lalu. Menurut Hasto, partai yakin Megawati akan memilih calon pemimpin yang tepat.

Ia berkaca pengalaman PDIP saat Megawati memutuskan menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Apa yang terjadi sama dengan tahun 2014 dan 2019 yang lalu, di mana Ibu Megawati Soekarnoputri menetapkan Pak Jokowi sesuai dengan mandat kongres partai, dan terbukti beliau hadir sebagai pemimpin yang telah lama dipersiapkan dan mampu memikul tanggung jawab sebagai pemimpin bangsa,” kata Hasto. “Atas dasar hal tersebut, terkait pencalonan Capres dan Cawapres, semuanya agar bersabar,” imbuhnya.

Hasto meminta kader PDIP untuk fokus menangani pandemi Covid-19 daripada memikirkan Capres 2024. Ia juga menyinggung tahapan Pemilu 2024 yang saat ini masih dibahas antara DPR, Pemerintah, dan KPU.

”Prinsipnya seluruh relawan pemenangan akan dibentuk pascapenetapan secara resmi pasangan calon dari partai. Saat ini lebih baik membantu rakyat menangani pandemi,” kata Hasto.

Hasto menambahkan partainya berkomitmen mengikuti seluruh tahapan pileg dan pilpres sesuai dengan mekanisme tahapan pemilu. Saat ini, tahapan pemilu memerhatikan berbagai hal terkait pandemi corona dengan seluruh dampaknya menjadi konsideran penting dalam penyusunan tahapan pemilu.

”Fokus utama PDI Perjuangan terletak pada kualitas pemimpin untuk mampu memikul tanggung jawab yang begitu besar bagi masa depan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia,” kata Hasto.

”Seluruh tahapan dirancang guna meningkatkan kualitas pemilu, namun juga memerhatikan aspek perencanaan agar pemilu dirancang dengan biaya pemilu yang serendah-rendahnya, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah saat ini yang sedang difokuskan pada upaya menangani pandemi,” ucapnya. (dji)

 

By ATH1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *