Arist Merdeka Sirait Ungkap Bahaya BPA Bagi Anak

- Editor

Rabu, 22 September 2021 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat memberikan pemahaman bahaya BPA kepada orang tua siswa PAUD Quantum

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat memberikan pemahaman bahaya BPA kepada orang tua siswa PAUD Quantum

KOTA BEKASI, Mediakarya – Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang terdapat di banyak botol plastik. Anak-anak paling rentan dan paling banyak menggunakan botol air minum ketika sekolah atau bepergian. Hal ini menjadi perhatian khusus Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Bisphenol A adalah senyawa sintetis organik dengan rumus kimia (CH₃)₂C(C₆H₄OH)₂ yang termasuk dalam kelompok turunan difenilmetana dan bisphenol, dengan dua gugus hidroksifenil. Zat ini digunakan pada pembuatan botol atau kemasan plastik dengan tujuan agar tidak mudah rusak.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam sosialisasi bahaya BPA bagi anak, dengan para orang tua di PAUD Quantum Jl. KH. Agus Salim Gang Pandu, kelurahan Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur pada Selasa (21/09/21).

“Karena ini merupakan tanggung jawab Komnas anak, seperti apa yang saya sampaikan tadi itu, dari sepuluh hak anak itu salah satunya adalah makanan dan kesehatan, kalau anak mau bertumbuh dan berkembang di Indonesia sebagai generasi penerus bangsa maka harus terjamin makanan dan kesehatannya,” kata Arist Merdeka Sirait kepada media.

Namun, ada beberapa produk yang harus diantisipasi karena mengandung BPA, terutama perlengkapan atau mainan anak. Untuk itu tanggung jawab Komnas Anak, untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua.

“Masyarakat menengah bawah itu sering kali tidak selektif terhadap produk yang ia konsumsi, nah tanggung jawab Komnas anak, sebagai bagian dari hak anak saya kira hari ini sosialisasi bahaya BPA yang migrasi ke alat-alat makanan yang biasanya digunakan anak-anak dan ibu hamil itu harus betul-betul steril dari bahan berbahaya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Komisi III: Keadilan Restoratif Jangan Jadi Ladang Pemerasan

Banyak produk yang mengandung bahan BPA yang ada di lingkungan rumah dan dipergunakan setiap hari, salah satunya ialah galon air isi ulang. Ia berharap bahwa perusahaan juga harus memperjelas status bahan yang digunakan pada produknya.

“Yang diperlukan adalah pengetahuan tentang isi galon ulang itu karena, menurut penelitian sangat berbahaya kalau kena sinar matahari, lecet dan terkena sinar matahari kemudian diisi dengan air,” kata Arist.

Ia juga telah beberapa kali menyurati BPOM untuk melakukan regulasi terhadap produk yang menggunakan BPA, terutama produk yang banyak digunakan oleh anak-anak.

Sementara itu, Lia Latifah (Kepala Sekolah PAUD Quantum) menambahkan bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat bagi orang tua anak atau balita.

“Dari informasi yang disampaikan tadi bahwa masyarakat kita masih minim sekali yang mengetahui bahayanya bpa, dan ini memang adalah suatu kegiatan Komnas perlindungan anak, bagaimana menginformasikan, mengedukasi kepada masyarakat terutama kepada orang yang mempunyai bayi dan balita, agar mereka bisa lebih peduli dan lebih tahu,”katanya.

Putri Amelia (27) yang salah satu anaknya bersekolah di PAUD Quantum, menuturkan bahwa sosialisasi yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak sangat bermanfaat terutama untuk kaum ibu, agar lebih teliti dalam membeli produk berbahan plastik untuk anaknya.

“Bagus sih, jadi kita juga semakin tahu produk mana yang baik buat anak kita,” kata Putri.

Ia sebenarnya sudah lama mendengar tentang bahaya dari BPA, namun tidak secara spesifik menjelaskan tentang detail bahayanya atau berasal dari mana bahan kimia itu.

“Sebenarnya udah sering denger, tapi secara konsen baru kali ini,” pungkasnya. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:34 WIB

Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB