KOTA BEKASI, Mediakarya – Pemerintah Kota Bekasi terus menggalakkan program pengurangan sampah. Lewat program Sedekah Sampah bagi seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, diharapkan hal ini bisa menjadi contoh serta upaya nyata dalam penanggulangan sampah dari sumbernya.
Namun, siapa disangka, program Sedekah Sampah ini harus berhenti sejenak, ada apa?.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menjelaskan, program Sedekah Sampah yang diluncurkan beberapa waktu lalu harus dihentikan sejenak karena adanya pandemi Covid-19.
“Harus dihentikan sejenak karena pandemi,” terangnya, Sabtu (20/11/2021).
Pria yang akrab disapa Mas Tri menjelaskan, Sedekah Sampah yang mewajibkan para aparatur Pemkot Bekasi membawa sampah berjenis organik, nantinya akan dikumpulkan di satu tempat yang ada di dalam lingkungan Pemkot Bekasi.
Setelah terkumpul, nantinya sampah-sampah organik tersebut akan dipilah kembali, mana yang bisa memiliki nilai ekonomis mana yang tidak.
“Para apatur Pemkot Bekasi sebelum berangkat bertugas, nantinya mereka harus memilah sampahnya dulu dan hanya sampah organik saja yang bisa mereka bawa dan kumpulkan disini,” jelasnya.
Meskipun saat ini program tersebut harus dihentikan sesaat karena masih pandemi, namun, dirinya menyakini program yang tujuannya baik untuk mengurangi sampah tersebut akan kembali berjalan.
“Insya Allah, yang baik akan dilanjutkan,” ucapnya penuh keyakinan.
Terpisah, salah seorang warga Sri Indarti menuturkan, sangat mendukung sekali program Sedekah Sampah tersebut untuk terus dilanjutkan.
Ia mengatakan, hal ini sebenarnya bisa diaplikasikan dalam kehidupan warga Kota Bekasi karena warga diminta peran aktifnya untuk melakukan pemilahan sampahnya.
“Saya secara pribadi mendukung sekali program Sedekah Sampah ini karena bisa diimplementasikan di lingkungan warga dan semoga bisa kembali berjalan programnya,” harap Sri. (apl)






