JAKARTA, Mediakarya – Politikus Partai Demokrat Andi Arief, akhirnya melaporkan sejumlah akun yang diduga melakukan fitnah terhadap presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi.
“Karena somasi tidak diindahkan, maka dua akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi. Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun,” ungkap Andi Arief seperti dikutip dari akun pribadinya @Andiarief- Rabu (7/1/2026).
Cuitan Andi Aref terkait kasus dugaan fitran terhadap SBY tersebut langsung direspon netizen @sayno_KKN, yang mendukung atas laporan tersebut.
“Negara tdk boleh kalah oleh Perusak sistem demokrasi yg memanipulasi persyaratan Cakada & Capres seperti Ijazah Palsu/tdk punya Ijazah SMA,” seperti dilansir dari @sayno_KKN.
Menurut dia, pendekar Hukum, Akademisi, Aktivis, Tokoh Agama harus berani bersuara untuk Indonesia beradab, bermoral, beretika dlm berdemokrasi dan bernegara.
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyambut permohonan maaf satu akun media sosial Kajian Online terkait tudingan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terlibat dalam isu ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Andi meminta sejumlah akun lainnya untuk segera menyampaikan permintaan maaf. “Kami sambut baik permohonan maaf akun YouTube ‘Kajian Online’ kepada Pak @SBYudhoyono dan Partai Demokrat,” kata Andi dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Andi berharap kejadian serupa tak terulang. Dia juga kembali menegaskan SBY tak ada kaitannya dengan ijazah Jokowi.
“Mudah-mudahan ke depan tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran. Sekali lagi, soal ijazah Pak Jokowi tak ada urusan dengan Pak SBY dan Partai Demokrat,” ujarnya.
“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” sambung dia.




