Demokrat Laporkan Akun Pemfitnah SBY dalam Kasus Ijazah Jokowi ke Polda Metro

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Politikus Partai Demokrat Andi Arief, akhirnya melaporkan sejumlah akun yang diduga melakukan fitnah terhadap presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi.

“Karena somasi tidak diindahkan, maka dua akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi. Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun,” ungkap Andi Arief seperti dikutip dari akun pribadinya @Andiarief- Rabu (7/1/2026).

Cuitan Andi Aref terkait kasus dugaan fitran terhadap SBY tersebut langsung direspon netizen @sayno_KKN, yang mendukung atas laporan tersebut.

“Negara tdk boleh kalah oleh Perusak sistem demokrasi yg memanipulasi persyaratan Cakada & Capres seperti Ijazah Palsu/tdk punya Ijazah SMA,” seperti dilansir dari @sayno_KKN.

Menurut dia, pendekar Hukum, Akademisi, Aktivis, Tokoh Agama harus berani bersuara untuk Indonesia beradab, bermoral, beretika dlm berdemokrasi dan bernegara.

Baca Juga:  Kemenkumham Kalbar Geledah Blok Tahanan Lapas Singkawang

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyambut permohonan maaf satu akun media sosial Kajian Online terkait tudingan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terlibat dalam isu ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Andi meminta sejumlah akun lainnya untuk segera menyampaikan permintaan maaf. “Kami sambut baik permohonan maaf akun YouTube ‘Kajian Online’ kepada Pak @SBYudhoyono dan Partai Demokrat,” kata Andi dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Andi berharap kejadian serupa tak terulang. Dia juga kembali menegaskan SBY tak ada kaitannya dengan ijazah Jokowi.

“Mudah-mudahan ke depan tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran. Sekali lagi, soal ijazah Pak Jokowi tak ada urusan dengan Pak SBY dan Partai Demokrat,” ujarnya.

“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” sambung dia.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:33 WIB

Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan

Berita Terbaru