Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

- Editor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Yudhi Krisnandi (Ist)

Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Yudhi Krisnandi (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Yudhi Krisnandi, mengungkap dinamika di balik penunjukan calon Kapolri baru Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam podcast Madilog.

Dalam podcast tersebut, Yudhi menyebut proses regenerasi kepemimpinan Polri sudah berjalan selama dua tahun terakhir, dengan sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga diajukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Dalam waktu kurun 2 tahun itu sampailah pada kesimpulannya diantara sekian banyak calon yang diajukan oleh Kapolri sebelumnya, Pak Sigit itu menyampaikan calon, saya tidak usah sebut nama-namanya tapi bintang 3 semua,” kata Yudhi seperti dikutip Mediakarya.id, Kamis (8/10/2026).

Yudhi menegaskan, nama Suyudi memang termasuk yang diajukan, namun bukan menjadi prioritas utama Kapolri Sigit untuk menggantikan posisinya.

“Dan diantara bintang-bintang 3 itu memang ada nama Pak Suyudi yang saya tahu yang dicalonkan oleh Kapolri, ada nama Pak Suyudi. Tetapi Pak Suyudi itu bukan prioritas bagi Kapolri Sigit untuk menggantikan dia, ada 4-5 nama bintang 3 lainnya yang menjadi prioritasnya,” ujar Yudhi.

Diputuskan Presiden pada 30 September Malam

Menurut Yudhi, kejutan terjadi ketika semua nama tersebut masuk ke meja Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, tidak serta merta menyetujui nama prioritas yang diajukan Kapolri, melainkan menggunakan pendekatan niteni – istilah Jawa yang berarti mengamati dan menandai secara mendalam.

“Ketika itu masuk pada Presiden dengan penelaahan, kalau orang Jawa bilang niteni ya, dengan titennya Presiden selama 2 tahun ini begitu nama masuk Presiden sudah langsung tahu saya memilih yang ini. Dan itulah surprise yang keluar pada tanggal 30 September kemarin, kurang lebih jam 7 malam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengamat Politik, Agus Wahid: Presidential Treshold Dihapuskan Saja

Yudhi menyebut keputusan itu baru diketahui kalangan terbatas di lingkaran Presiden pada Selasa, 30 September 2025 malam sekitar pukul 19.00 WIB lewat, yang membuat banyak pihak terkejut.

Peran Lingkar Istana dan Insting Intelijen Prabowo

Yudhi juga membeberkan bahwa sebelum memutuskan, Presiden mendapat masukan dari berbagai pihak. Bukan hanya dari Kapolri, tetapi juga dari orang-orang kepercayaan Presiden di lembaga legislatif, unsur pimpinan DPR, hingga di dalam kabinet sendiri.

“Di dalam kabinet itu sendiri di dalam kabinet itu ada Badan Intelijen Negara, ada Menko Polkam, di sana itu tentu pasti akan berperan ada Menteri Pertahanan, ada Sekretaris Kabinet, ada Sekretaris Negara tentang orang terdekat yang terus mengolah informasi siapa orang yang terbaik untuk regenerasi kepemimpinan Polri,” jelasnya.

Selain itu, Yudhi menilai latar belakang Presiden Prabowo sebagai Jenderal Bintang Empat Sandi Yudha sangat berpengaruh dalam proses seleksi tersebut.

“Belum lagi di luar Presiden pasti punya mata dan telinga yang begitu banyak, Presiden kita ini kan Sandi Yudha Jenderal Bintang 4 Sandi Yudha, ini orang yang paham betul cara kerja intelijen, orang yang paham betul bagaimana menangkap informasi, memilih informasi dan memetakan informasi itu mana yang benar,” pungkas Yudhi.

Pernyataan Yudhi ini sekaligus menjawab spekulasi publik soal alotnya bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memasuki masa pensiun. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Berita Terbaru