JAKARTA, Mediakarya – Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Yudhi Krisnandi, mengungkap dinamika di balik penunjukan calon Kapolri baru Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam podcast Madilog.
Dalam podcast tersebut, Yudhi menyebut proses regenerasi kepemimpinan Polri sudah berjalan selama dua tahun terakhir, dengan sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga diajukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Dalam waktu kurun 2 tahun itu sampailah pada kesimpulannya diantara sekian banyak calon yang diajukan oleh Kapolri sebelumnya, Pak Sigit itu menyampaikan calon, saya tidak usah sebut nama-namanya tapi bintang 3 semua,” kata Yudhi seperti dikutip Mediakarya.id, Kamis (8/10/2026).
Yudhi menegaskan, nama Suyudi memang termasuk yang diajukan, namun bukan menjadi prioritas utama Kapolri Sigit untuk menggantikan posisinya.
“Dan diantara bintang-bintang 3 itu memang ada nama Pak Suyudi yang saya tahu yang dicalonkan oleh Kapolri, ada nama Pak Suyudi. Tetapi Pak Suyudi itu bukan prioritas bagi Kapolri Sigit untuk menggantikan dia, ada 4-5 nama bintang 3 lainnya yang menjadi prioritasnya,” ujar Yudhi.
Diputuskan Presiden pada 30 September Malam
Menurut Yudhi, kejutan terjadi ketika semua nama tersebut masuk ke meja Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, tidak serta merta menyetujui nama prioritas yang diajukan Kapolri, melainkan menggunakan pendekatan niteni – istilah Jawa yang berarti mengamati dan menandai secara mendalam.
“Ketika itu masuk pada Presiden dengan penelaahan, kalau orang Jawa bilang niteni ya, dengan titennya Presiden selama 2 tahun ini begitu nama masuk Presiden sudah langsung tahu saya memilih yang ini. Dan itulah surprise yang keluar pada tanggal 30 September kemarin, kurang lebih jam 7 malam,” ungkapnya.
Yudhi menyebut keputusan itu baru diketahui kalangan terbatas di lingkaran Presiden pada Selasa, 30 September 2025 malam sekitar pukul 19.00 WIB lewat, yang membuat banyak pihak terkejut.
Peran Lingkar Istana dan Insting Intelijen Prabowo
Yudhi juga membeberkan bahwa sebelum memutuskan, Presiden mendapat masukan dari berbagai pihak. Bukan hanya dari Kapolri, tetapi juga dari orang-orang kepercayaan Presiden di lembaga legislatif, unsur pimpinan DPR, hingga di dalam kabinet sendiri.
“Di dalam kabinet itu sendiri di dalam kabinet itu ada Badan Intelijen Negara, ada Menko Polkam, di sana itu tentu pasti akan berperan ada Menteri Pertahanan, ada Sekretaris Kabinet, ada Sekretaris Negara tentang orang terdekat yang terus mengolah informasi siapa orang yang terbaik untuk regenerasi kepemimpinan Polri,” jelasnya.
Selain itu, Yudhi menilai latar belakang Presiden Prabowo sebagai Jenderal Bintang Empat Sandi Yudha sangat berpengaruh dalam proses seleksi tersebut.
“Belum lagi di luar Presiden pasti punya mata dan telinga yang begitu banyak, Presiden kita ini kan Sandi Yudha Jenderal Bintang 4 Sandi Yudha, ini orang yang paham betul cara kerja intelijen, orang yang paham betul bagaimana menangkap informasi, memilih informasi dan memetakan informasi itu mana yang benar,” pungkas Yudhi.
Pernyataan Yudhi ini sekaligus menjawab spekulasi publik soal alotnya bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memasuki masa pensiun. (Ugy)










