KOTA BEKASI, Mediakarya – Institut STIAMI kembali berkolaborasi menyelenggarakan acara dengan WBK dalam rangka peningkatan kualitas pelaku UMKM Kota Bekasi pada umumnya dan para anggota WBK pada khususnya. Acara ini berlangsung di Gedung Insitut Stiami Bekasi A.
Acara yang mengusung tema ‘Komunikasi dan Konten Digital’ tersebut menghadirkan pembicara luar biasa, yaitu Heru Sudinta dan Cholidi Assadil Alam.
Wiwiek Hargono Tri Adhianto selaku istri Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi serta Pembina WBK mengatakan, dirinya sangat senang dan mengapresiasi adanya kolaborasi yang dilakukan oleh Institut STIAMI dimana manfaatnya pasti akan dapat dirasakan oleh para anggota WBK dan pelaku UMKM secara umum.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena bisa meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM dan anggota WBK,” terangnya, Rabu (12/1/2022).
Sementara itu, Ketua WBK Yuyun Rahayu menyampaikan motivasi dan dukungan kepada para anggota WBK dan pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan pelatihan yang diselenggarakan pada hari ini.
“Saya berharap para peserta pelatihan bisa mengikutinya dengan baik sehingga hasilnya pun maksimal,” pinta Yuyun.
Heru Sudinta, selaku nara sumber pelatihan yang juga seorang produser di TV One serta dosen di Insitut STIAMI menyampaikan, ada sejumlah tips penulisan konten viral yang dapat mendukung bisnis pelaku UMKM. Sehingga para konsumen bisa tertarik untuk membeli produk yang dihasilkan.
“Sebagai pelaku UMKM, ada sejumlah penulisan konten viral yang bisa dilakukan sebagai upaya mendukung usaha yang dijalankannya,” katanya.
Cholidi Asadul Alam, yang salah seorang aktor Indonesia dengan film terkenalnya ‘Ketika Cinta Bertasbih’, memberikan motivasi dan kiat komunikasi yang dapat membantu pemasaran produk UMKM.
Menurutnya, dengan mengembangkan komunikasi oleh para pelaku UMKM, maka hal ini bisa membantu dalam memasarkan produk yang dihasilkan ke khalayak luas.
“Komunikasi merupakan hal penting yang tidak bisa dilepaskan dalam memasarkan sebuah produk UMKM-nya, maka dari itu komunikasi tidak bisa dilepaskan dari sebuah produk karena bisa membantu memperkenalkannya ke khalayak luas,” tutupnya. (apl)






