Tolak LGBT, Massa FMPB Kepung Balaikota Bogor

- Editor

Sabtu, 15 Juli 2023 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mediakarya – Ratusan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Bogor (FMPB) menggelar aksi menolak LGBT (lesbian gay biseks dan transgender) di halaman Balaikota Bogor, Jumat (14/7/2023).

FMPB menggelar aksi tersebut untuk merespon semakin meningkatnya kasus penyimpangan seksual khususnya di Kota Bogor dan juga semakin berkembangnya organisasi LGBT di Indonesia.

Koordinator FMPB Gumelar Adiwijaya mengungkapkan, sesuai laporan resmi organisasi LGBT ke badan PBB yaitu UNDP dan USAID dengan judul “Hidup Sebagai LGBT di Asia; Laporan Nasional Indonesia” yang diselenggarakan di Bali pada bulan Juni 2013. Bahwa organisasi LGBT telah berkembang menjadi 119 organisasi di 28 provinsi, yang mana bisa saja 10 tahun kemudian tepatnya sekarang di tahun 2023 organisasi mereka telah berkembang lebih banyak lagi.

“Selanjutnya LGBT itu bertentangan dengan semua agama, budaya, nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, karena dapat menimbulkan keresahan antar warga masyarakat,” jelas Gumelar di hadapan massa yang hadir.

Oleh karena itu, dalam pernyataan sikapnya, FNPB menyampaikan sejumlah tuntutan.

“Pertama, mendesak Wali Kota dan DPRD Kota Bogor untuk mengusulkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI dan DPR RI, agar segera menerbitkan undang-undang pencegahan perilaku penyimpangan seksual dan kegiatan pendukung LGBT,” ujar Gumelar.

Kedua, FMPB mendesak Wali Kota dan DPRD Kota Bogor untuk mengeluarkan maklumat yang isinya menolak dilaksanakannya kegiatan pertemuan aktivis LGBT se-Asean pada 17-21 Juli 2023 di Jakarta atau kapanpun dan kota manapun di Indonesia.

“Ketiga, Forum Masyarakat Peduli Bogor mengajak Wali Kota dan DPRD Kota Bogor untuk sama-sama menolak rencana kedatangan band Coldplay ke Indonesia yang direncanakan pada bulan November 2023,” kata Gumelar.

Pada tuntutan keempat, FMPB mempertanyakan proses dikeluarkannya aturan terkait penanggulangan perilaku penyimpangan seksual di Kota Bogor.

Baca Juga:  Lebih Diperhatikan Hak Penyadang Disabilitas Sesuai Perda, Komisi IV DPRD Bali Kunjungi Penyandang Disabilitas Kolok di Buleleng

Dengan berbagai upaya pengawalan dari elemen masyarakat, pada tahun lalu, tepatnya 21 Desember 2021 terbitlah Perda P4S (Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual).

Dalam perda tersebut, disepakati bahwa Wali Kota Bogor harus mengeluarkan Perwali sebagai instrumen pelaksana paling lambat enam bulan setelah diterbitkan Perda P4S .

Namun hingga saat ini, sudah lebih dari setahun Perda tersebut, Wali Kota Bogor belum melaksanakan kesepakatan dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Perda P4S.

“Sebagaimana tertuang dalam Perda nomor 10 tahun 2021 tentang P4S pada bab xiii pasal 27 yaitu “Peraturan pelaksana peraturan daerah ini harus ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan sejak peraturan daerah ini di undangkan “ yang telah ditandatangani oleh Wali Kota, Sekda, Kabag Hukum dan HAM dan DPRD. Yang kenyataannya sampai tahun 2023 Perwali tersebut tidak kunjung terbit, ini menunjukkan bahwa Pemkot telah mencederai rasa keadilan kepada warga Kota Bogor,” jelas Gumelar.

“Sebagaimana poin nomor 4 (empat) diatas, kami mendesak Wali Kota untuk segera menerbitkan peraturan Wali Kota sebagai peraturan pelaksana atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan perilaku penyimpangan seksual,” tegasnya.

Pada tuntutan terakhir, yang keenam, FMPB mengingatkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk segera menyelamatkan warganya dari bahaya LGBT dengan menerbitkan aturan yang tegas di sisa masa jabatannya.

“Kepada Wali Kota kami berpesan agar akhirilah jabatan sebagai Wali Kota dalam keadaan husnul khatimah, karena setiap masa depan anak-anak yang diselamatkan melalui terbitnya Perwali Perda P4S dari teror kaum LGBT, akan menjadi amal jariyah Walikota dan DPRD Kota Bogor,” tandas Gumelar.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan damai, sejumlah perwakilan massa juga diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah. Sementara itu Wali Kota Bogor dan wakilnya tidak terlihat di tempat.(Irawan)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Berita Terbaru