JAKARTA, Mediakarya – Pengamat kebijakan politik Dharma Oratmangun menilai pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia dan memasuki tahun ke dua ini, bagian dari ujian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di priode kepemimpinannya.
Menurtnya, meski ada letupan-letupan kecil yang menggangu stabilitas politik dan ekonomi, Dharma memastikan bahwa Presiden Jokowi bakal tampil untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam rangka menyelamatkan bangsa. Dan itu merupakan tuntutan kekinian seorang pemimpin bangsa di era generasi milenial.
“Jadi setiap pemimpin dipastikan memiliki tantangan yang berbeda di eranya. Kebetulan saja pandemi Covid ini ada di masa kepemimpinan Jokowi. Dan perlu diketahui juga bahwa pandemi ini bukan saja menyerang bangsa Indonesia. Bahkan pemerintah Amerika yang diketahui sebagai negara adidaya itupun harus berjibaku untuk memerangi pandemi Covid-19 yang menewaskan ratusan ribu warganya,” ujar Dharma yang juga politisi Golkar kepada mediakarya.id Sabtu (4/9/2021).
Dharma menilai bahwa pendemi ini merupakan bagian dari perang asimetris atau proxy war. Di mana sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung. Hal itu dilakukan guna mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.
“Oleh karena itu dalam menyikapi pandemi ini kita harus cermat dalam menganalisis. Karena remote controlnya bukan ada di dalam negeri. Di mana proxy ini memainkan agenda-agenda di dalam negeri. Jadi, jika kita lalai dan akar filter kepancasilaan kita tidak kokoh, maka bangsa ini akan termakan dan tiba-tiba tidak sadar bahwa kita sudah menjadi agen-agen proxy yang dapat memporak porandakan semangat NKRI,” beber Dharma. (dji)






