Ujian Pemerintahan Jokowi Di Tengah Pandemi

- Editor

Minggu, 5 September 2021 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat kebijakan politik Dharma Oratmangun. (Foto: dok. Mediakarya)

Pengamat kebijakan politik Dharma Oratmangun. (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat kebijakan politik Dharma Oratmangun menilai pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia dan memasuki tahun ke dua ini, bagian dari ujian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di priode kepemimpinannya.

Menurtnya, meski ada letupan-letupan kecil yang menggangu stabilitas politik dan ekonomi, Dharma memastikan bahwa Presiden Jokowi bakal tampil untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam rangka menyelamatkan bangsa. Dan itu merupakan tuntutan kekinian seorang pemimpin bangsa di era generasi milenial.

“Jadi setiap pemimpin dipastikan memiliki tantangan yang berbeda di eranya. Kebetulan saja pandemi Covid ini ada di masa kepemimpinan Jokowi. Dan perlu diketahui juga bahwa pandemi ini bukan saja menyerang bangsa Indonesia. Bahkan pemerintah Amerika yang diketahui sebagai negara adidaya itupun harus berjibaku untuk memerangi pandemi Covid-19 yang menewaskan ratusan ribu warganya,” ujar Dharma yang juga politisi Golkar kepada mediakarya.id Sabtu (4/9/2021).

Baca Juga:  Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan

Dharma menilai bahwa pendemi ini merupakan bagian dari perang asimetris atau proxy war. Di mana sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung. Hal itu dilakukan guna mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.

“Oleh karena itu dalam menyikapi pandemi ini kita harus cermat dalam menganalisis. Karena remote controlnya bukan ada di dalam negeri. Di mana proxy ini memainkan agenda-agenda di dalam negeri. Jadi, jika kita lalai dan akar filter kepancasilaan kita  tidak kokoh, maka bangsa ini akan termakan dan tiba-tiba tidak sadar bahwa kita sudah menjadi agen-agen  proxy yang dapat memporak porandakan semangat NKRI,” beber Dharma. (dji)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Komisi III Apresiasi Larangan Vape di Lingkungan Polri, Adang Daradjatun: Langkah Tegas Cegah Narkotika

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIB

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terbaru