Galang Dukungan Dari Sejumlah Tokoh Agama, Bakal Cawalkot Ini Dinilai Tengah Ciptakan Politik Identitas

- Editor

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Salah satu bakal Calon Wali Kota (Cawalkot) Bekasi dinilai tengah menciptakan politik identitas di tengah kekecewaan publik akibat krisis kepemimpinan yang terjadi di bumi patriot itu.

Seperti diketahui, baru-baru ini, beredar video salah satu bakal Calon Wali Kota Bekasi melakukan manuver dengan mendekati sejumlah tokoh agama bahkan organisasi keagamaan.

Hal itu diduga sebagai bentuk penggalangan dukungan pada Pilkada Kota Bekasi yang akan dilaksanakan pada November 2024 mendatang.

Sejumlah kalangan menilai bahwa upaya pendekatan dengan tokoh agama itu setelah dirinya kurang mendapatkan respon publik lantaran selama ini politisi tersebut saat menjabat Plt.Wali Kota maupun sebgai Wali Kota definitif kinerjanya dinilai jeblok. Bahkan cenderung hanya mengumpulkan pundi-pundi kantong pribadinya.

Menanggapi hal itu, direktur eksekutif ETOS Indonusa Insitut Iskandarsyah mengingatkan masyarakat Kota Bekasi berhati-hati dengan bakal calon Wali Kota yang mengeksploitasi isu keagamaan hanya untuk medapatkan syahwat politik dari tokoh tertentu.

“Kota Bekasi selama ini dikenal dengan masyarakatnya yang hetrogen. Jika ada salah satu bakal calon Wali Kota Bekasi yang menggunakan politik identitas untuk menggalang dukungan dalam pilkada mendatang sudah dipastikan bahwa orang tersebut itu hanya haus kekuasaan. Dan pastinya akan lupa dengan pendukungnya jika suatu saat nanti terpilih,” ujar Iskandar kepada Mediakarya di Kota Bekasi, Selasa (21/5/2024).

Aktivis 98 itu mengingatkan politik identitas sangat berbahaya jika diterapkan sebab politik ini dapat melahirkan oposisi biner yang memperhadapkan pemerintah dengan masyarakat, atau masyarakat dengan masyarakat lain yang merasa saling berbeda.

‘’Politik identitas bisa membelah masyarakat dalam waktu yang lama. Ini terjadi karena politik identitas adalah bagian dari strategi politik itu sendiri yang fokus mencari perbedaan di tengah masyarakat lalu memanfaatkan primordialisme masyarakat untuk menarik simpati politik,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Polda Sulut Gelar KRYD Patroli Mobile Pada Pelaksanaan Tilang Manual

Dia juga mengingatkan, demi ambisi ingin memenangkan kontestasi pemilu lewat jalur pintas yang tidak elegan, para pelaku politik identitas bahkan rela melakukan kampanye hitam lewat berita-berita bohong, hoaks, fitnah, dan kabar-kabar menyesatkan lainnya asal tujuan mereka tercapai.

‘’Mereka tidak mementingkan politik kebangsaan, tidak peduli tindakan mereka mengancam persatuan bangsa atau tidak, pokoknya asal menang, segala cara bakal mereka lakukan. Padahal, berita bohong dan fitnah yang mereka sebar membekas di hati masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Iskandar mengimbau semua aktivis partai politik dari partai apa pun untuk memaksimalkan Undang-undang No. 2 tahun 2011 tentang partai politik. ‘’Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa parpol harus melakukan pendidikan politik, menciptakan iklim persatuan dan kesatuan, menyerap dan menyalurkan aspirasi rakyat, mengamalkan Pancasila, serta memelihara keutuhan NKRI,’’ jelasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video pernyataan atas nama Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kecamatan Kota Bekasi dukung Tri Adhianto sebagai Calon Wali Kota Bekasi periode 2024-2029.

Dalam video tersebut, tampak pria paruh baya berpeci hitam memegang sebuah kertas yang disamping kirinya berdiri mantan Wali Kota Bekasi yang kini menjabat Ketua DPC PDIP, Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Dalam pernyataannya, pria paruh baya tersebut membawa atas nama Pengurus MUI se-Kecamatan Kota Bekasi mendukung pencalonan Tri Adhianto sebagai Calon Wali Kota Bekasi periode 2024-2029. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur
Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta
Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia
Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang
IPPS Indonesia: Penempatan Jabatan dari Unsur Keluarga Wali Kota Berpotensi Terjadinya Abuse of Power
Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi
Politisi PDIP Ini Sebut Tidak Seluruh Proses Perampasan Aset Menunggu Putusan Pemidanaan
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

IPPS Indonesia: Penempatan Jabatan dari Unsur Keluarga Wali Kota Berpotensi Terjadinya Abuse of Power

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi

Berita Terbaru

PAM JAYA memperkuat budaya K3 bersama mitra kerja untuk memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan jaringan perpipaan Jakarta.

Ekonomi & Bisnis

PAM JAYA Perkuat Komitmen K3 Bersama Mitra Kerja

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:26 WIB

Amos Hutauruk menilai Erick Thohir harus bertanggung jawab dan mendesak Ketua Umum PSSI mundur.

Headline

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:08 WIB